JATIMPOS.CO/JOMBANG - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 yang jatuh pada Jum'at (01/05/2026) berlangsung meriah di stadion merdeka Jln Gus Dur Jombang dengan diadakan kegiatan senam bersama.
Kegiatan yang mengusung tema “Buruh Bersatu, Jombang Maju! Buruh Hebat, Indonesia Kuat!” ini diikuti ribuan peserta yang berasal dari unsur pekerja, pemerintah, serta masyarakat umum. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang olahraga senam bersama, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan buruh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam kebugaran bersama yang diikuti seluruh peserta dengan penuh antusias. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi, penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada penerima manfaat, serta pembagian door prize menarik.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jombang, Ibrahim Hadi Wibowo menyampaikan bahwa, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan ini tidak hanya bagi pekerja sektor formal, tapi pekerja sektor informal juga bisa menjadi peserta sesuai dengan persyaratan, dengan iuran sebesar Rp. 16.800 per bulan, maka peserta sudah terlindungi dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Harapan kita dengan disalurkannya santunan ini, bisa bermanfaat bagi ahli waris-nya. Semoga santunan dari BPJS Ketenagakerjaan ini juga bisa membantu meringankan beban kehidupan para asli waris-nya,” jelas Ibrahim Hadi Wibowo.
Pihaknya dalam kegiatan May Day di Jombang juga memberikan dukungan dan support peringatan Hari Buruh tahun 2026. "Kami support penuh terlaksananya May Day tahun ini yang di leading sektornya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang. Alhamdulillah di Jombang kepedulian keikut sertaan peserta BPJS Ketenangakerjaan cukup tinggi. Senantiasa kami ingatkan bahwasannya, jangan sampai buruh yang sudah demikian penting perannya, tapi tidak punya perlindungan BPJS Ketenangakerjaan," sambungnya.
Masih kata Ibrahim Hadi Wibowo, Untuk diketahui jumlah pekerja yang ada di Kabupaten Jombang, dari sekian banyaknya itu yang sudah terregistrasi, masuk menjadi kepesertaan BPJS, yakni total 29 persen dari 723.000 pekerja yang ada di Jombang. Jadi tugas kita yang masih sangat banyak.
"Targetnya berapa persen? Tahun ini 33 persen. Sudah 29, artinya masih ada kekurangan, kalau dari kita itu 29.000 lagi tahun ini. Sebenarnya yang paling banyak adalah dari sektor informal yang belum ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya.
"Harapan kami, bahwa perusahaan sadar akan kewajibannya tentang pelindungan kekerjaan. Kemudian kedua, teman-teman pekerja juga sadar akan hak-haknya sebagai pekerja. Artinya, jangan sampai sudah bekerja di perusahaan, tapi belum punya pelindungan kekerjaan. Atau yang sering juga, mereka sebenarnya sudah di cover, tapi ketika terjadi resiko, itu masih menggunakan, artinya tidak paham tentang apa yang sudah diberikan oleh perusahaan," pungkas Ibrahim.
Sementara itu, terpisah usai acara Bupati Jombang mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang telah menyalurkan santuan kepada penerima manfaat peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia. “Tadi, bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada ahli warisnya bertepatan dengan peringatan hari buruh,” kata Abah Warsubi, panggilan akrabnya.
Tak hanya itu yang disampaikan Abah Warsubi, Ia berpesan kepada ahli waris yang menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Jombang agar uangnya dipergunakan sebagaimana mestinya.
“Semoga uang santunan yang di terima para ahli waris tersebut digunakan sebagaimana mestinya jangan dibuat foya-foya, gunakan untuk biaya pendidikan putra-putrinya,” ungkap Abah Warsubi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, S.Ag., Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jombang Lilik Agus Purnomo, Ketua SPSI Jombang Subagyo, S.H., perwakilan Forkopimda, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jombang, Ibrahim Hadi Wibowo, serta seluruh serikat buruh di Kabupaten Jombang. (her)
