JATIMPOS.CO//SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus menegaskan komitmennya menjaga denyut seni dan budaya melalui kegiatan On The Spot (OTS) bertajuk “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini 2026.

Kegiatan melukis bersama ini bukan sekadar ajang ekspresi, tetapi juga simbol kuat bahwa Balai Pemuda tetap dipertahankan sebagai ruang hidup bagi para seniman di Kota Pahlawan.

Ketua Sanggar Merah Putih, M. Anis, menyatakan Balai Pemuda memiliki nilai historis yang tak tergantikan. Sejak 1972, tempat ini menjadi rahim lahirnya banyak seniman besar, mulai dari musisi legendaris hingga pelukis dan pegiat budaya.

"Menjaga Balai Pemuda berarti merawat ekosistem seni yang telah tumbuh puluhan tahun", kata Anis di sela kegiatan OTS, Sabtu (18/4/2026).

Ia menegaskan kesenian tidak semata diukur dari kontribusi ekonomi atau pendapatan asli daerah, melainkan sebagai elemen penting keseimbangan pembangunan kota. Karena itu, dukungan pemerintah dinilai mutlak, terutama dalam menjaga ruang berkesenian tetap terbuka.

Anis juga mengapresiasi komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang dinilai memberi kepastian bahwa seluruh cabang kesenian tetap dapat beraktivitas di Balai Pemuda. Baginya, dukungan moral dan kebijakan jauh lebih penting dibanding bantuan material, karena yang dibutuhkan pelaku seni adalah keberpihakan memberi ruang berekspresi.

Di sisi lain, dinamika seni rupa di Surabaya turut tercermin dari aktivitas Galeri Merah Putih yang disebut sebagai galeri terkecil namun terpadat di Indonesia, dengan puluhan agenda pameran setiap tahun. Hal itu menunjukkan geliat seni lukis di Surabaya tetap hidup dan produktif.

Senada, pelaku seni tari Sri Mulyani menilai perhatian Pemkot Surabaya terhadap pelaku budaya selama ini sangat nyata, mulai dari fasilitasi gedung pertunjukan, dukungan event, hingga bantuan kegiatan luar kota. 'Dukungan tersebut dapat mendorong perkembangan kegiatan seni dari level nasional hingga internasional", ungkap Sri.

Menurutnya, transformasi kelembagaan yang mengarah pada penguatan aspek kebudayaan juga menjadi langkah positif karena membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan berbagai bidang seni.

Balai Pemuda bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga simbol kreativitas, dan komitmen Surabaya menjaga identitas kotanya melalui seni dan budaya.(fred)