JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN – Sekolah Rakyat Berintegritas 2 Kota Pasuruan memulangkan seluruh siswa selama sekitar tujuh hari setelah sejumlah anak mengalami Influenza A dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan sekaligus memberikan waktu bagi pengelola untuk melakukan pembersihan menyeluruh di lingkungan sekolah dan asrama.
Kepala Sekolah Rakyat Berintegritas 2 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, mengatakan siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan. Menurutnya, kondisi tersebut bukan pandemi maupun kejadian luar biasa.
“Ini Influenza A dan ISPA, tetapi semuanya sudah ditangani,” ujar Yuli saat dikonfirmasi awak media, Jumat (25/9/2026).
Menurut Yuli, potensi penularan lebih tinggi terjadi di ruangan yang dihuni banyak siswa. Ia mencontohkan satu kamar asrama yang dihuni 16 siswa, dengan sekitar tujuh hingga delapan anak mengalami keluhan kesehatan.
Untuk mengurangi risiko penularan, pihak sekolah memulangkan siswa sementara waktu. Mereka dijadwalkan kembali ke asrama pada Selasa, 29 September 2026.
“Siswa akan kembali masuk besok hari Selasa, 29 September 2026,” katanya.
Selama siswa berada di rumah, pengelola melakukan pembersihan lingkungan sekolah dan asrama. Kegiatan tersebut meliputi penyemprotan disinfektan, pembersihan ruang belajar, serta pembersihan area tempat tinggal siswa.
“Kami lockdown untuk membersihkan dan melakukan pembersihan sekolah. Kami semprot disinfektan, ruang belajar dibersihkan, lalu berpindah membersihkan asrama,” ungkapnya.
Dari sisi pelayanan kesehatan, siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing. Sekolah juga memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang didukung tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan awal.
Apabila kondisi siswa tidak membaik setelah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan sekolah, siswa akan dirujuk ke Puskesmas. Jika membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, siswa dapat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat.
Penanganan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan sejumlah instansi terkait. Pihak sekolah mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Pasuruan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Puskesmas setempat.
Sementara terkait kemungkinan pemicu keluhan kesehatan, pihak sekolah masih melakukan evaluasi terhadap konsumsi siswa. Yuli menyebut adanya makanan atau minuman dari luar yang dibawa wali murid saat menjenguk siswa menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
“Anak-anak ini sebenarnya tidak boleh dijenguk dengan membawa makanan dari luar. Namun, kadang ada wali murid yang membawa es atau makanan yang kurang sehat saat menjenguk, meskipun kami sudah melakukan penyortiran,” jelas Yuli.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dinyatakan sebagai penyebab munculnya keluhan kesehatan siswa. Pihak sekolah masih melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan terhadap makanan serta minuman yang dikonsumsi siswa.
Yuli menambahkan, kebersihan lingkungan dan kondisi kesehatan siswa terus dipantau selama masa pemulangan. Ia juga meminta informasi mengenai kondisi tersebut disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan keresahan.
“Jangan sampai masalah ini dibesar-besarkan menjadi isu pandemi. Kondisinya sudah terkendali dan kami terus memaksimalkan sterilisasi lingkungan sekolah agar siswa dapat kembali dengan aman,” pungkasnya. (shl)