JATIMPOS.CO/SURABAYA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut peristiwa viral sisa makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 4 Bondowoso harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terjadi food loss dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurut Emil, berdasarkan klarifikasi yang diterimanya, makanan dalam video viral tersebut bukan sengaja dibuang oleh para penerima manfaat. Sisa makanan dikumpulkan agar dapat dimanfaatkan kembali, bukan dibuang secara sembarangan.
"Sudah ada klarifikasi bahwa itu sebenarnya bukan dibuang, tetapi memang dikumpulkan sisa-sisa makanan. Kesannya dibuang, padahal sisa makanan dikumpulkan karena ingin dimanfaatkan supaya tidak terbuang secara acak, tapi dikumpulkan kemudian bisa diolah," kata Emil kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi di wilayah layanan SPPG Wonosari Tumpeng, Bondowoso, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.386 orang. Berdasarkan informasi yang diterimanya, video tersebut direkam oleh pihak di luar guru maupun karyawan MTsN 4 Bondowoso.
Emil mengatakan, informasi tersebut tetap perlu diverifikasi lebih lanjut agar dapat menjadi dasar pembenahan pelaksanaan Program MBG ke depan.
"Tentu informasi ini harus kembali diverifikasi lagi. Tujuannya apa? Tujuannya untuk introspeksi dan pembenahan ke depan mengenai pemorsiannya," ujarnya.
Menurut Emil, evaluasi diperlukan untuk memastikan porsi makanan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik tanpa mengurangi keseimbangan gizi yang menjadi tujuan utama Program MBG.
"Sekarang sebenarnya keseimbangan gizi juga penting. Kebanyakan, tapi juga harus berbanding dengan lauk supaya proporsional. Nah, ini tentu bisa menjadi ruang pembenahan," katanya.
Meski demikian, Emil mengakui dari video yang beredar terlihat jumlah sisa makanan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bagi Badan Gizi Nasional (BGN) agar pelaksanaan Program MBG semakin tepat sasaran.
"Kelihatannya jumlah sisa makanan cukup signifikan, ini menjadi PR bagi BGN untuk memastikan tidak terjadi food loss. Meskipun makanan sisa bisa diolah, idealnya kalau bisa lebih tepat porsi dan tepat saji lagi," ucapnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan sejumlah siswa menuangkan sisa makanan MBG ke sebuah gerobak di MTsN 4 Bondowoso viral di media sosial. Pihak sekolah telah memberikan klarifikasi bahwa makanan tidak sengaja dibuang oleh siswa, melainkan sisa makanan dikumpulkan untuk kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ternak. (zen)