JATIMPOS.CO/TUBAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban terus memperkuat edukasi jurnalistik dan literasi digital bagi generasi muda melalui program PWI Goes to Campus. Program yang telah berjalan lebih dari 10 tahun ini menjadi bagian dari komitmen PWI Tuban dalam membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Terbaru, kegiatan edukasi tersebut digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Senori, Kabupaten Tuban, Rabu (4/11/2026). Mengusung tema "Mahasiswa Pelopor Informasi Sehat", kegiatan ini diikuti sekitar 120 mahasiswa dari kampus setempat.
Ketua PWI Kabupaten Tuban, Suwandi, mengatakan PWI Goes to Campus merupakan salah satu program kerja organisasi yang secara konsisten dilaksanakan dengan menyasar kampus-kampus di berbagai wilayah Kabupaten Tuban. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar agenda kunjungan atau silaturahmi, melainkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi media dan digital, sekaligus mengenalkan dunia jurnalistik kepada kalangan mahasiswa.
"Kegiatan ini menjadi agenda rutin PWI Kabupaten Tuban. Tujuannya untuk meningkatkan literasi media dan digital bagi mahasiswa agar lebih melek informasi serta kritis dalam menyaring berita," jelas Suwandi.
Dia menegaskan, tanggung jawab wartawan tidak hanya sebatas melakukan peliputan dan menyampaikan berita kepada masyarakat. Insan pers juga memiliki peran edukatif dalam membangun kesadaran publik, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
"Derasnya arus digitalisasi terkadang membuat kita terlena. Ketika menerima informasi, sering kali langsung dipercaya dan dibagikan tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Padahal, kebiasaan tersebut bisa menjadi persoalan serius," ujarnya.
Karena itu, melalui program Goes to Campus, PWI Tuban ingin membangun kebiasaan positif di kalangan mahasiswa, yakni memeriksa sumber, melakukan verifikasi, dan memahami konteks sebelum menyebarkan informasi.
Suwandi berharap mahasiswa STAI Senori mampu menjadi generasi yang kritis sekaligus pelopor informasi sehat di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.
"Harapan kami, adik-adik mahasiswa mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan nantinya disampaikan kembali kepada masyarakat," tambahnya.
Untuk memperluas wawasan peserta, PWI Tuban juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Materi yang diberikan meliputi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bahaya penyalahgunaan narkoba, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) serta ketahanan energi, keselamatan kerja, hingga manfaat program BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, perwakilan Keluarga Besar STAI Senori, H. Abdul Muiz, mengapresiasi PWI Kabupaten Tuban beserta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pria yang akrab disapa Gus Muiz itu menilai kehadiran PWI di lingkungan kampus menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik sekaligus memahami pentingnya membangun budaya akademik yang sehat.
Menurutnya, jurnalistik tidak semestinya hanya dipahami sebagai aktivitas menulis dan mengumpulkan informasi. Di dalamnya terdapat tanggung jawab moral serta etika yang harus dijunjung tinggi.
"Kami berharap kegiatan edukasi jurnalistik seperti ini tidak hanya dilaksanakan di STAI Senori. Ke depan, PWI bisa terus hadir di berbagai kampus dan lembaga pendidikan lainnya agar wawasan generasi muda semakin berkembang," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Muiz juga menyampaikan perkembangan STAI Senori yang terus menunjukkan pertumbuhan. Tahun kemarin kampus ini mendapatkan penghargaan ma'had kampus swasta dengan mahasiswa baru terbanyak.
“Pada 2025, kampus swasta tersebut menerima 135 mahasiswa baru. Jumlah itu meningkat pada 2026 dengan kisaran 180 hingga 200 mahasiswa baru,” ungkapnya.
Dia berharap pertumbuhan jumlah mahasiswa tersebut diikuti penguatan budaya akademik tanpa mengesampingkan nilai-nilai etika dalam kehidupan kampus. Kecerdasan intelektual, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan akhlak dan tanggung jawab moral. Terlebih, mahasiswa STAI Senori juga berasal dari kalangan santri yang diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan PWI Goes to Campus di STAI Senori turut dihadiri Kapolresta Tuban, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, perwakilan Pertamina EP, PHE TEJ, TGE, ExxonMobil, PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar, Perhutani KPH Parengan, Perhutani KPH Jatirogo, BPJS Ketenagakerjaan, Forkopimka, tokoh agama, serta jajaran dosen STAI Senori. (min)