JATIMPOS.CO//JOMBANG – Gelar sarjana bukan jaminan perjalanan menuju kesuksesan berjalan mulus. Sebanyak 606 lulusan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dihadapkan pada tantangan baru: berani mengambil peluang, terus belajar, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana UNWAHA di Gedung Serbaguna KH. Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (4/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, yang hadir memberikan orasi ilmiah, menekankan keberanian sebagai salah satu modal penting untuk meraih kesuksesan.

Di hadapan ratusan wisudawan, Zulhas mengajak mahasiswa berani tampil dan menjawab pertanyaan seputar pertanian. Tantangan tersebut menjadi ujian spontan untuk menunjukkan keberanian mengambil kesempatan.

Dari mahasiswa yang hadir, empat wisudawan berani maju dan mengikuti sesi tanya jawab. Mereka kemudian mendapat hadiah tablet dari Zulhas.

Menurutnya, kesempatan tidak akan banyak berarti jika seseorang takut melangkah. Kekurangan pengetahuan pun bisa diatasi dengan kemauan belajar dan keberanian bertanya.

Sementara itu, Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi lulusan untuk mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat.

Ia meminta para alumni tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga terus mengembangkan kompetensi, bersikap inovatif, serta mampu menawarkan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.

Integritas dan akhlak juga menjadi bekal penting yang tidak boleh ditinggalkan, terutama ketika lulusan memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kemampuan beradaptasi dinilai semakin dibutuhkan. Namun, kemajuan teknologi harus tetap diimbangi kejujuran dan tanggung jawab.

Pesan serupa disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Emil mengingatkan bahwa perubahan berlangsung semakin cepat. Karena itu, lulusan perguruan tinggi perlu terus belajar dan tidak membatasi kemampuan hanya pada bidang yang tercantum dalam ijazah.

Kemampuan lintas disiplin menjadi penting agar alumni mampu menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tantangan sosial dan ekonomi.

Wisuda kali ini juga mencatat sejarah bagi UNWAHA karena menjadi momentum kelulusan perdana mahasiswa Program Pascasarjana (S2).

Dari total 606 lulusan, sebanyak 288 berasal dari Fakultas Agama Islam, 99 dari Fakultas Teknologi Informasi, 82 dari Fakultas Ekonomi, 62 dari Fakultas Pertanian, 55 dari Fakultas Ilmu Pendidikan, serta 20 lulusan Program Pascasarjana.

Dengan bekal pendidikan tersebut, para alumni diharapkan tidak sekadar membawa gelar akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan almamater. (her)