JATIMPOS.CO//SURABAYA- MUSEUM Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo Jatim melakukan kajian Koleksi Biologika Fosil Tengkorak Buaya, Kamis hingga Sabtu (14 – 17 Juli 2022) Dengan menghadirkan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.
Tim peneliti diantaranya terdiri : Marlina Yuliyanti Rosyidah, S.Si., M.A, Pamong Budaya Ahli Muda, Maya Damayanti, S.Si, Teknisi Laboratorium dan Siwiyanti, S.Si, Teknisi Pelestari Cagar Budaya
Kadisbudpar Jatim Sinarto, S.Kar, MM melalui Kepala UPT Museum Negeri MPU Tantular, Dra. Nina Rossana, M.Si menjelaskan bahwa Museum Mpu Tantular mempunyai koleksi fosil fauna (Kerang, siput, penyu, kepala kerbau, gading gajah, kepala buaya) merupakan salah satu benda peninggalan masa prasejarah.
Oleh karena koleksi biologika ini masih minim akan data dan informasi, maka dirasa perlu diajukan kajian bekerjasama dengan pihak terkait utamanya Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS).
Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk melengkapi data koleksi yang sudah ada sehingga museum Mpu Tantular dapat memberikan informasi secara utuh (jenis hewan yang hidup di jaman prasejarah, jenis organisme dan umur fosil).
Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan dan dapat meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap kehidupan fauna jaman prasejarah.
Kegiatan ini dimaksudkan melakukan penelitian secara mendalam terhadap koleksi museum untuk mengembangkan infromasi koleksi baik secara fisik maupun secara simbolik dari kehidupan fauna jaman prasejarah.
Sedangkan tujuannya adalah : Sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 66 tahun 2015 tentang museum, bahwa tujuan dilakukan kajian koleksi adalah untuk :
Meningkatkan data potensi fosil fauna dan informasi koleksi untuk dikomunikasikan kepada masyarakat Pengembangan ilmu pengetahuan Pengembangan penelitian; dan/atau menjaga kelestarian koleksi.
Berusia 900 ribu Tahun
TIM peneliti dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Diantaranya :Marlina Yuliyanti Rosyidah, S.Si., M.A, Pamong Budaya Ahli Muda, Maya Damayanti, S.Si, Teknisi Laboratorium dan Siwiyanti, S.Si, Teknisi Pelestari Cagar Budaya.
Kepada Jatim Pos, Marlina Yuliyanti Rosyidah, S.Si., M.A, Pamong Budaya Ahli Muda menjelaskan, pihaknya di Museum Mpu Tantular untuk menggali informasi dulu riwayat fosil ini seperti apa.
“Ada informasi bahwa fosil ini sudah ada sejak 900.000 tahun yang lalu yang berasal dari masyarakat. Kita ini melakukan pengukuran pada fosil ini. dan pada fosil ini memiliki parameter/ fitur yang bisa diukur sehingga bisa digali lebih dalam,” ujarnya.
“Kita melihat bagaimana bentuk buaya ini, karena buaya kan memiliki bentuk yang macam macam. Ada yang buaya moncongnya lurus, atau dia batu atau jejak jejak yang digunakan oleh manusia pada masa lampau, atau alat yang digunakan manusia pada masa lampau,” tambahnya. (iz)