JATIMPOS.CO/MADIUN - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun melakukan penandatangan perjanjian kerjasama atau MoU dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, Rabu (11/5/2022).

Penandatangan MoU yang dilaksanakan di Taman Wisata Lembah Wilis, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun tersebut dihadiri Kepala Disparpora Kabupaten Madiun, Anang Sulistyono dan Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Marhaendra mewakili Kepala Dinasnya serta para pejabat lingkup Disparpora Kabupaten Madiun dan Disbudparpora Kota Madiun.

Kepala Disparpora Kabupaten Madiun, Anang Sulistyono mengatakan kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti tahapan MoU atau kerjasama dengan Kota Madiun terkait dengan pengembangan pariwisata, kebudayaan, pemuda dan olahraga.

" Output yang diharapkan dari kerjasama ini adalah meningkatnya beberapa jasa usaha pariwisata, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga untuk mengarah kepada prestasi, mengarah kepada kesenian dan harapannya kedepan tingkat ekonomi masyarakat Kabupaten Madiun dan Kota Madiun ini bisa lebih meningkat, " jelasnya.

Dongkrek Satria Manggala, Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
----------------------------------------
Menurutnya, dengan adanya perjanjian kerjasama ini, selaku pemerintah bisa memaksimalkan fungsi fasilitasi untuk seluruh pelaku jasa usaha wisata dan seluruh pegiat kepemudaan dan olahraga.

"Kalau sesuai rujukan OPD-nya Kota Madiun ada tiga yaitu Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Sedangkan Kabupaten Madiun ada dua, yaitu Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Jadi prinsipnya kita sama, untuk budayanya kita rangkum di event - event pariwisata, " terangnya.

Lebih lanjut dia katakan, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Baik dari sisi sejarah maupun leluhurnya. Hanya saja fasilitas antara kota dan kabupaten perlu ditingkatkan agar bisa leluasa untuk sama - sama mengembangkan apa yang menjadi potensi masing - masing.

" Kota dengan segala kelebihannya, Kabupaten dengan segala kelebihannya. Ini harus kita kolaborasikan dan bisa bersinergi. Harapannya ketika ada even, kota dan kabupaten saling mengisi dan saling melengkapi, itu bagian penting yang kita lakukan hari ini, " kata Anang.

Sedangkan penerapan dari kerjasama ini sudah bisa dilaksanakan terhitung sejak dilakukannya penandatangan MoU.

" Jadi masing - masing pelaku jasa usaha pariwisata, kepemudaan dan olahraga bisa langsung ketemu dengan teman-teman di kota, ini payung hukumnya di level dinas sudah kita buat, " ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Marhaendra mengapresiasi upaya kerjasama ini. Menurutnya, dengan adanya kerjasama ini nantinya bisa ditindaklanjuti secara perorangan informal maupun formal.

"Sehingga efek domino dari kerjasama ini tidak hanya pariwisata, kepemudaan dan olahraga tapi juga kebudayaan. Hal ini juga akan ada efek dominonya, utamanya adalah masalah ekonomi ini akan lebih kita kerjasamakan, " ungkap Marhaendra.

Dia mencontohkan, bentuk kerjasama itu bisa saja dengan menambah rute sepeda atau gowes tidak hanya di jalur kota saja, tapi bisa saja sampai di jalur kabupaten. Begitu juga dengan jalur bus wisata.

" Jadi kita ada bus wisata kalau rutenya pendek kan kurang, nanti barangkali rutenya juga bisa ditambah melewati jalur Kabupaten Madiun, sehingga tempat - tempat wisata yang ada di Kabupaten bisa dijangkau, " ungkapnya.

Diketahui selain penandatangan kerjasama, dalam kegiatan itu juga ditampilkan kesenian khas Kabupaten Madiun, yaitu seni dongkrek. Selain itu juga ada tarian dan penampilan seni pencak silat. (jum).