JATIMPOS.CO/KABUPATEN BLITAR - Puluhan ekor lebah klanceng terbang memutari glodok kayu atau kotak kayu berukuran 35 cm persegi di teras rumah Choirul Anam RT 01 RW 08 Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Disetiap glodok atau kotak terdapat lubang berdiameter sekitar 1 Cm sebagai pintu keluar masuk lebah hitam. Setiap kotak berisi ratusan sampai ribuan ekor Lebah Klanceng yang menghasilkan lebah.
Menurut Anam --panggilan akrab Choirul Anam-- didampingi istrinya kepada jatimpos.co, lebah tersebut tidak menyengat seperti lebah pada umumnya.
Di sisi lain permintaan konsumen cukup menjanjikan, sehingga kesuksesan Anam membuat warga lainya mengikuti usaha ternak Lebah Klanceng.
"Budidaya lebah klanceng memang lebih mudah, karena sifat lebah ini yang ramah dengan anak-anak maupun orang dewasa karena tidak menyengat," tutur Anam.
Budidaya lebah klanceng ini berkembang biak di Desa Jiwut, sehingga menjadikan area ini menjadi objek wisata baru. Wisatawan dapat bersantai dengan menikmati dan melihat secara langsung budidaya lebah madu klanceng di tempat ini.
Selain lebah kalnceng, di tempat ini juga ada budidaya Lebah Trigona yang juga memproduksi madu yang sangat bagus. Lebah Trigona merupakan lebah kecil dengan tubuh ramping dan hitam.
Madu yang dihasilkan pun unik karena memiliki cita rasa yang sedikit asam. Rasanya yang unik ini membuat Madu Trigona berbeda dengan madu pada umumnya.
Khasiatnya sama saja, yakni untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
"Rasanya asam manis soalnya kita langsung minum dari sarangnya, tidak ada campuran bahan lain,” ujar Anam.
Budidaya lebah klanceng dan trigona ini bisa jadi inspirasi membudidayakan lebah disaat pandemi Covid-19.
Menurut Anam, usaha yang berawal dari coba-coba ini ternyata cukup berhasil. Dari usaha ini, Anam mampu panen madu setiap dua bulan sekali.
Wisata Madu Klanceng yang terletak di Desa Jiwut ini juga mulai ramai dikunjungi dari berbagai kalangan, seperti komunitas dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), juga kalangan penguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Desa Jiwut, Yanwar mengapresiasi warganya yang menginisiasi madu klanceng kali pertama di desa ini.
Yanwar berharap dengan kemandirian warganya, maka bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dusun tersebut dan memiliki nilai lebih lewat kreativitas sebagai dusun yang mandiri secara ekonomi. (met)