JATIMPOS.CO//MALANG – Sebanyak 16 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur mengikuti Festival Budaya Agraris Provinsi (FBA) yang digelar di kampus Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Kebudayaan berlangsung tanggal 5 dan 6 Desember 2021.
16 Kabupaten dan Kota yang mengikuti Festival Budaya Agraris antara lain : Kabupaten Ngawi, Kota Batu, Kabupaten Magetan, Kabupaten Bondowoso, Kota Malang, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto.
Kemudian Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Nganjuk
“Kegiatan ini dalam rangka penguatan ekosistem dan aktualisasi budaya dari 16 Kabupaten/ kota yang berada di kawasan tengah wilayah agraris Provinsi Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jatim, Sinarto, S.Kar, MM pada pembukaan kegiatan.
Dikatakan, strategi adaptasi diperlukan agar seni budaya tetap eksis di tengah masa pandemi dan menghasilkan sebuah kontraksi tatanan pergelaran yang baru sehingga kreativitas dan inovasi diperlukan.
“Maka dari itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Festival Budaya Agraris Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 untuk memberikan stimulus bagi budaya tradisi di Jawa Timur,” ujarnya.
Tahun Ketiga
Plt Sekretaris Disbudpar Jatim, Dra. Susiati, MM selaku panitia penyelenggara menyatakan, kegiatan Festival Budaya Agraris Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 ini merupakan penyelenggaraan tahun ke-3, diawali sejak tahun 2019 di Kabupaten Ngawi dan dilaksanakan secara bergantian oleh Kabupaten/ Kota di wilayah tengah (agraris) sebagai tuan rumah.

Kadisbudpar Jatim Sinarto, S.Kar, MM (tengah) foto bersama
--------------------------------------------
“Kegiatan ini penting untuk dilaksanakan karena selain dapat memberikan makna, inspirasi dan kontribusi bagi perkembangan seni tradisi di Jawa Timur, juga dapat memberikan sebuah wacana atau wawasan serta berbagi pengalaman antar seniman dari wilayah tengah,” ujarnya.
Maksud dan tujuan kegiatan ini menurut Dra. Susiati MM adalah untuk meningkatkan kreatifitas , kualitas, sumber daya manusia dan peran serta masyarakat khususnya pelaku tradisi creator dan generasi muda di wilayah tengah budaya agraris;
Mempromosikan perkembangan kesenian daerah sebagai potensi wisata budaya sehingga menjadi kota tujuan wisata; Sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya agraris dan upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya agraris;
“Dan meningkatkan apresiasi tradisi masyarakat, memupuk cita rasa seni dan kecintaan terhadap khasanah budaya bangsa, sebagai rujukan dan filter terhadap pengaruh luar,” ujarnya.
Bentuk kegiatannya dengan menampilkan kemasan seni pertunjukan yang berpijak pada seni tradisi daerah masing-masing daerah, dengan mengangkat tema “Revitalisasi Dan Reaktualisasi Budaya Daerah atau Tari Sederhana Representasi Budaya Agraris. (iz)