JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Madiun menggelar Parade Dalang Bocah Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2021 di Halaman Stadion Wilis Kota Madiun, Kamis (17/6/2021) malam.
Parade dalang yang digelar dalam rangka peningkatan kreatifitas pakeliran bocah tahun 2021 tersebut menampilkan seni pertunjukan wayang kulit oleh lima dalang bocah terbaik, serta penampilan dalang bocah terbaik tingkat nasional tahun 2020 asal Kota Madiun, yaitu Nabil Ekri Rasfadillah dengan lakon " Kunthi Tali Brangta ".
Selain menampilkan lima dalang bocah terbaik, dalam acara itu juga diberikan apresiasi kepada sanggar peserta pakeliran bocah tahun 2021 oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto.
Penghargaan diberikan kepada tiga naskah terbaik, lima grup penguasaan iringan terbaik, lima dalang sabet terbaik, dan lima dalang terbaik. Penghargaan yang diterima berupa tropi, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta untuk masing-masing anak.
Penampilan Dalang Bocah Terbaik tingkat nasional tahun 2020 asal Kota Madiun, yakni Nabil Ekri Rasfadillah dengan lakon "Kunthi Tali Brangta".
-----------------------------------------
Selaku tuan rumah, Wali Kota Madiun, H. Maidi mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur tersebut.
" Harapan kita dengan kondisi seperti ini anak - anak mencintai budaya wayang kulit ini, jangan sampai budaya ini punah. Saya juga terima kasih kepada Provinsi Jatim, karena banyaknya hadiah dan reward yang diberikan, " jelas Wali Kota Madiun, Maidi.
Menurutnya, dengan digelarnya parade dalang bocah ini menandakan budaya wayang kulit masih ada yang meneruskan.
" Sebenarnya kalau tidak ada PPKM, tidak ada Covid - 19 itu sudah saya siapkan tampil satu minggu, penontonnya semua anak SD saya hadirkan, " ungkapnya.
Lebih lanjut dia katakan, kegiatan ini sengaja digelar secara terbatas mengingat masih adanya wabah pandemi Covid - 19. Kegiatan pun digelar secara virtual. Sedangkan dilokasi penonton hanya terbatas pengrawit dan keluarga terdekat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
" Mengapa kita perketat Kota Madiun itu secara keseluruhan kita di urutan ke 23, tapi secara kasus aktif hari ini urutan ke 7. Ini saya rem, PPKM saya ketati harapan kita kasus aktif semakin berkurang. Kita harus serius menghadapi Covid - 19 ini, " tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto mengatakan, Parade Dalang Bocah se - Jatim ini merupakan kesenian tradisional yang diharapkan bisa membangun internalisasi nilai budaya anak - anak, sehingga paling tidak wayang bisa berpengaruh pada karakter anak.
" Alhamdulillah setiap tahun kegiatan seperti ini selalu ada dan Ibu Gubernur Jatim merestui, namun memang penyelenggaraannya diperketat karena adanya Covid - 19. Oleh sebab itulah kami tidak mengundang penonton tapi kami lakukan secara virtual disiarkan secara live melalui kanal youtube, " jelasnya.
Sinarto juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Madiun yang telah berkenan menjadi tuan rumah untuk penampilan prestasi lima dalang bocah terbaik tahun 2021 ini. Menurutnya, lima dalang bocah terbaik ini sebelumnya telah melalui seleksi dalam festival wayang kulit yang di ikuti oleh 17 peserta dalang bocah se - Jawa Timur beberapa bulan lalu.
" Kebetulan Wali Kota Madiun berkenan ditempati untuk penampilan yang terbaik. Dan mewakili teman - teman seniman semoga di Kota Madiun ada satu tatanan prokes yang bisa dianut oleh teman - teman seniman sehingga bisa tampil tapi dengan pengawasan yang ketat, " pungkasnya. (Adv/jum).