JATIMPOS.CO/PONOROGO- Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim memberikan support dan turut mengirim kontingen pada Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI yang digelar di alun-alun Ponorogo mulai 11 hingga 14 Juni 2026.
Acara bergengsi ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Grebeg Suro 2026 yang berlangsung meriah menampilkan 32 kontingen yang memperebutkan Piala. Puluhan grup Reog dari berbagai daerah bersaing ketat untuk menampilkan seni tari topeng dan aksi dadak merak yang spektakuler.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim memberikan support sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah. Selain itu Disbudpar turut mengirimkan kontingen pada festival tersebut.
Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari dalam keterangannya menyatakan, Reog Ponorogo bukanlah sekadar tarian biasa. Seni tradisional yang sudah ada sejak zaman Majapahit ini telah diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (WBTb).
Oleh karena itu, kita punya tugas besar untuk memastikan semangatnya terus hidup dari generasi ke generasi. Untuk menjaga tradisi ini tetap hidup, Reog Ponorogo dikemas dalam sebuah pertunjukan megah yang kini dikenal sebagai Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang dulu disebut dengan Festival Reog Nasional (FRN).
“Acara ini mempunyai peran yang jauh lebih besar dari sekadar panggung seni, namun juga menjadi nadi kehidupan bagi masyarakat Ponorogo, menggerakkan roda ekonomi kota yang dikenal sebagai pusat budaya, religi, wisata, dan kreativitas,” ujarnya.
FNRP selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Grebeg Suro, dan puncaknya bertepatan dengan malam tahun baru Islam, 1 Muharram. Selama sebulan penuh, rangkaian perayaan Grebeg Suro Ponorogo dan festival ini menjadi magnet yang memicu berbagai acara lain.
Mulai dari seni dan budaya, tradisi keagamaan, pameran kerajinan, hingga kompetisi olahraga. Setiap tahun, festival ini selalu ramai diikuti oleh para seniman Reog dari berbagai daerah.
“Bagi mereka, bisa menjadi nominasi apalagi juara adalah sebuah kehormatan luar biasa, karena mereka memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia. Ini bukan hanya soal hadiah, tapi juga pengakuan tertinggi atas dedikasi mereka,” ujarnya.
Dua Festival
Pemkab Ponorogo menggelar dua Festival Reog di tahun 2026, yakni Festival Reog Remaja (FRR) XXII yang akan berlangsung pada 7 hingga 11 Juni 2026 dirangkai dengan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI (11-14 Juni) di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo.

Dari 32 peserta FNRP tahun ini, tercatat kontingen dari Surabaya, Wonogiri, Nganjuk, Surakarta, dan Palembang. Sedangkan 23 peserta FRR XII, satu kontingen berasal dari Sragen.
Dalam siaran tertulis Pemkab Ponorogo, Jum’at (5/6/2026), Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo.
Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan FNRP yang selalu berbarengan dengan FRR merupakan bagian dari upaya pelestarian kesenian Reog Ponorogo yang telah diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda. Menurutnya, pengakuan UNESCO itu membawa konsekuensi pembinaan, pengembangan, dan pewarisan kesenian Reog Ponorogo kepada generasi penerus.
Dia juga mengapresiasi keikutsertaan grup reog asal luar daerah yang selama ini andil membesarkan FNRP. Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo) Yogyakarta dan Pawargo DKI Jakarta kembali mengirim kontingen untuk merebut gelar 10 penyaji terbaik.
“FNRP yang memasuki penyelenggaraan ke-31 dan masuk Karisma Event Nusantara (KEN) lima tahun berturut-turut sejak 2022 hingga 2026 tidak lepas dari dukungan para pegiat Reog Ponorogo dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Marji, tim perumus juknis, menjelaskan bahwa seluruh peserta FRR maupun FNRP wajib menampilkan Reog Ponorogo versi Bantarangin dengan jumlah minimal 26 penari. Penilaian festival meliputi tiga aspek utama, yakni kepenarian, garap dan kreativitas, serta garap musik dan harmonisasi iringan.
“Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan pengawas dan dewan juri yang terdiri dari budayawan, penggiat budaya, serta ahli seni pertunjukan Reog Ponorogo,” ujarnya.
Perayaan tahunan yang masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara ini dipusatkan di Alun-Alun Ponorogo dengan agenda utama: 11 – 14 Juni 2026: Babak Penampilan Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI.
14 Juni 2026 : Ziarah Makam Tokoh dan Bedol Pusaka. 15 Juni 2026: Closing Ceremony (Upacara Penutupan) dan Pengumuman Hasil Festival serta penyerahan piala. Sebelum FNRP berlangsung, telah sukses diselenggarakan pula Festival Reog Remaja (FRR) XXII pada 7–10 Juni 2026 di lokasi yang sama. (red)