JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, diwarnai kegiatan Gowes Berinfak yang melibatkan ratusan pesepeda dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menjadi ajang olahraga bersama sekaligus sarana menumbuhkan kepedulian sosial melalui infak.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kecamatan Wringin bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Wringin tersebut berlangsung pada Minggu (25/10/2026). Para peserta memulai kegiatan dari Lapangan Kecamatan Wringin dengan semangat kebersamaan.
Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan goweser yang datang dari sejumlah kecamatan. Mereka berbaur dalam satu kegiatan yang menggabungkan olahraga, silaturahmi, dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Sejumlah pejabat daerah juga ikut mengayunkan pedal dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Sekretaris Dewan, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
Kehadiran unsur pemerintah daerah itu menambah semarak kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa momentum Hari Santri dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir mengapresiasi kegiatan Gowes Berinfak yang dinilainya memiliki nilai positif. Menurut dia, kegiatan olahraga bersama dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarelemen masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat bisa terus terjalin. Semangat kebersamaan tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kemasyarakatan,” ujar Ahmad Dhafir.
Ia berharap kegiatan yang memadukan olahraga dengan kepedulian sosial tersebut dapat terus dikembangkan.
" Jadi peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, " Ungkapnya.
Sementara, Camat Wringin Misyono juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peserta dan dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, tingginya antusiasme goweser menunjukkan bahwa kegiatan yang dikemas secara terbuka mampu menjadi sarana mempererat silaturahmi.
“Kami mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang telah ikut menyukseskan Gowes Berinfak ini. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat kebersamaan, menjaga silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Misyono.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Wringin dan MWC NU menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga membawa pesan sosial dalam peringatan Hari Santri Nasional.
Sesuai konsep yang diusung, peserta dikenai infak sebesar Rp 20.000. Infak tersebut diperuntukkan bagi santunan anak yatim dan kegiatan sosial lainnya. Dengan skema tersebut, kegiatan bersepeda diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas di luar aktivitas olahraga.
Panitia juga menyediakan hadiah utama berupa seekor kambing bagi peserta yang beruntung, disertai berbagai hadiah hiburan lainnya.
" Hadiah tersebut menjadi daya tarik tambahan yang turut meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi, " Tuturnya.
Selain memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan warga dari berbagai wilayah. Interaksi antarpeserta diharapkan dapat memperluas jaringan silaturahmi sekaligus memperkuat semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.
Mengusung semangat Hari Santri Nasional 2026, “Santri Berdaya, Indonesia Jaya”, Gowes Berinfak diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian ke dalam kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dirinya berharap semangat olahraga, persaudaraan, serta kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh. Momentum Hari Santri pun menjadi pengingat bahwa kontribusi sosial dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, termasuk dengan bersepeda sambil berinfak.(Eko)