JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Prajeggan Fest hadir sebagai ruang pelestarian seni dan tradisi lokal sekaligus wadah kreativitas generasi muda di Kabupaten Bondowoso. Mengusung tema “Pesona Raya Budaya, Seni, Tradisi, dan Karya Anak Negeri”, festival ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan kesenian, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ketua Tim Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Bondowoso, Alfareza Firdaus, mengatakan Prajeggan Fest merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga keberlangsungan tradisi dan memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas di bidang seni budaya.

Menurutnya, Kecamatan Prajekan memiliki potensi kebudayaan yang beragam, mulai dari Ronteg Singo Ulung, seni tari, seni musik, macopat, hingga vokal solo berbahasa Madura.

“Prajeggan Fest bukan sekadar festival, melainkan ikhtiar bersama untuk merawat tradisi, melestarikan seni budaya, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya,” ujar Alfareza, Senin (26/10/2026) malam. 

Berbagai kegiatan seni dan perlombaan turut memeriahkan festival tersebut. Di antaranya lomba fashion budaya tingkat PAUD dan SD, lomba tari kreasi Nusantara, serta lomba vokal solo bahasa Madura. 

Selain itu, penampilan seni dari desa-desa se-Kecamatan Prajekan, pertunjukan tari, ketoprak, hingga Prajeggan Bersolawat juga menjadi bagian dari rangkaian acara.

" Sekitar 60 peserta terlibat dalam berbagai perlombaan seni dan kreativitas. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal, mencintai, serta meneruskan warisan budaya daerah, " Ujarnya. 

Tak hanya berfokus pada kesenian, Prajeggan Fest juga menghadirkan 25 pelaku UMKM dari wilayah Kecamatan Prajekan. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperluas kesempatan promosi produk lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Pada kesempatan tersebut, penyelenggara juga memberikan Anugerah Kebudayaan Lokal kepada para maestro seni dan budaya di Kecamatan Prajekan. 

" Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para pelaku seni dan tokoh budaya yang selama ini menjaga serta mewariskan tradisi kepada generasi berikutnya, " Ucapnya. 

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, mengapresiasi penyelenggaraan Prajeggan Fest yang dinilainya menunjukkan kolaborasi antara komunitas anak muda dan pemerintah dalam mengembangkan potensi daerah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada komunitas Nakkanak Prajegghan, koordinator kegiatan, serta Camat Prajekan yang telah bekerja sama menyelenggarakan festival tersebut. 

“Ini adalah contoh baik yang menunjukkan bahwa kolaborasi anak muda dan pemerintah selalu bisa melahirkan karya yang luar biasa,” kata Hendri.

Menurut Hendri, festival kebudayaan memiliki peran penting untuk menjaga agar kesenian dan tradisi lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ia mencontohkan Ronteg Singo Ulung sebagai salah satu kesenian kebanggaan Bondowoso yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi penerus.

Ia juga mengapresiasi pemberian Anugerah Kebudayaan Lokal kepada para maestro seni dan tokoh masyarakat. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap orang-orang yang telah mendedikasikan diri untuk menjaga warisan leluhur.

“Mereka adalah pahlawan budaya yang memastikan identitas asli daerah kita tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Hendri berharap Prajeggan Fest dapat berkembang menjadi agenda rutin dengan jangkauan yang semakin luas. Selain memperkuat pelestarian budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kecamatan Prajekan.

" Saya berharap pelestarian kebudayaan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk menjaga identitas daerah sekaligus memberi ruang bagi kreativitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, " Pungkasnya. (Eko)