JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Kabupaten Bondowoso meraih dua penghargaan dalam ajang peternakan tingkat Jawa Timur 2026. Salah satunya diraih Indra Wijaya, penggagas inovasi Manajemen Ternak Pedet Jadi Induk (MAT PECI), yang dinobatkan sebagai juara I kategori Inseminator Terbaik.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Penyerahan penghargaan itu bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Selain Indra Wijaya, kelompok ternak Beddoes Merah dari Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, juga berhasil meraih penghargaan. Capaian dua delegasi tersebut menambah prestasi Bondowoso dalam pengembangan sektor peternakan di tingkat provinsi.

Bagi Indra, penghargaan tersebut menjadi pencapaian tersendiri karena baru pertama kali mengikuti kompetisi tingkat Jawa Timur. Dia menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih melalui kerja sama tim.

“Sangat bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini. Tentu ini berkat kerja sama tim yang maksimal. Ini baru pertama kalinya saya ikut lomba tingkat Jatim dan alhamdulillah bisa menjadi juara,” kata Indra, Senin malam.

Indra mengembangkan MAT PECI sebagai pendekatan untuk membantu peternak meningkatkan kepemilikan sapi indukan produktif. Gagasan tersebut mulai digodok pada 2015 dan diluncurkan pada 2026.

Melalui inovasi itu, peternak didorong memanfaatkan hasil penjualan pedet untuk membeli sapi indukan yang siap dikawinkan. Dengan cara tersebut, usaha peternakan diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan anak sapi, tetapi juga berkembang melalui penambahan aset ternak secara bertahap.

Indra bertekad memperluas penerapan MAT PECI, terutama di wilayah kerjanya di Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso.

“Ke depan saya akan lebih giat lagi menularkan metode MAT PECI ini ke para peternak, minimal di wilayah kerja Sumberwringin,” ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bondowoso, Hendri Widotono, mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, penghargaan yang diraih Indra menjadi hasil kerja tim dalam mengembangkan inovasi peternakan di daerah.

“Penghargaan ini bukti bahwa kerja tim di Bondowoso berhasil. Dengan program MAT PECI, harapan ke depan kita bisa praktikkan menyeluruh di Bondowoso. Satu desa, satu MAT PECI untuk mendongkrak populasi ternak sapi,” kata Hendri.

Pemerintah daerah berharap inovasi yang dikembangkan Indra dapat diterapkan lebih luas untuk mendukung pengembangan peternakan rakyat dan pemulihan populasi sapi di Bondowoso.

Hendri menambahkan, penghargaan lain diraih kelompok ternak Beddoes Merah dari Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee. Dengan demikian, dua delegasi Bondowoso berhasil membawa pulang penghargaan dari ajang peternakan tingkat Jawa Timur 2026.

“Selain MAT PECI, kita juga menggaet juara untuk kategori kelompok ternak, yaitu Beddoes Merah di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee. Alhamdulillah, dua delegasi kita keluar sebagai juara. Kami akan aplikasikan inovasi ini untuk mewujudkan swasembada pangan, dari Bondowoso untuk Indonesia,” ujarnya.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi insan peternakan di Bondowoso untuk terus mengembangkan inovasi dan meningkatkan produktivitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi MAT PECI dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peternak. (Eko)