JATIMPOS.CO/PASURUAN – Sebanyak 200 warga Kabupaten Pasuruan menjalani operasi katarak gratis di RSUD Grati dalam rangkaian bakti sosial kesehatan yang berlangsung 1–4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan mata.
Bakti sosial dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.
Sebelum menjalani tindakan operasi, calon pasien terlebih dahulu mengikuti skrining kesehatan. Pemeriksaan dilakukan melalui 33 Puskesmas, RSUD Grati, dan RSUD Bangil.
Dari 336 warga yang mengikuti skrining awal, sebanyak 200 orang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjalani operasi. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien, termasuk memastikan tidak terdapat penyakit penyerta yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Pasuruan, dr. Arma Roosalina, mengatakan skrining menjadi tahapan penting untuk memastikan pasien berada dalam kondisi yang memungkinkan menjalani operasi.
“Memang harus diskrining terlebih dahulu. Dipastikan tidak ada penyakit penyerta atau kondisi sakit yang membutuhkan perawatan lanjutan. Jadi benar-benar pasien yang siap dan aman untuk dioperasi,” ujar dr. Arma.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Pasuruan menggandeng RSUD Grati, RSUD Bangil, 33 Puskesmas, PMI Kabupaten Pasuruan, John Fawcett Foundation, serta Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) Malang.
Sebanyak 30 dokter spesialis mata dilibatkan dalam rangkaian pelayanan yang berlangsung selama empat hari. Tim medis dibagi dalam beberapa tahapan pelaksanaan untuk menangani pasien yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan medis.
Direktur RSUD Grati, dr. Dian Arie Setiawati, M.Kes, mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk empat kamar operasi dan ruang pemulihan pasien.
“Bagi RSUD Grati, ini adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar. Kami telah menyiapkan empat kamar operasi yang representatif, termasuk kamar operasi sentral yang terintegrasi dengan layanan klinik mata. Tim medis kami siaga penuh selama kegiatan,” kata dr. Dian Arie.
Menurutnya, kesiapan fasilitas dan tenaga medis menjadi bagian dari upaya rumah sakit memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan sesuai prosedur, mulai dari tindakan operasi hingga pemulihan pasien.
Wakil Bupati Pasuruan H. M. Shobih Asrori mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mata.
“Baksos operasi katarak ini adalah salah satu komitmen dan kepedulian pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mempunyai permasalahan pada mata. Katarak berbahaya apabila dibiarkan, sementara operasi mata juga tidak murah,” ujar Shobih.
Salah satu pasien, Somad, warga Desa Krawan Kedawung, Kecamatan Grati, mengaku mengalami pandangan buram pada mata kanannya selama sekitar tiga bulan. Ia bersyukur dapat memperoleh operasi tanpa biaya melalui kegiatan tersebut.
“Sudah tiga bulan mata kanan saya seperti tertutup, kelihatannya buram. Terima kasih Pak Bupati Rusdi Sutejo yang sudah menggratiskan operasi ini. Sekarang sudah terang lagi,” tutur Somad. (shl)