JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER – Respon cepat akibat antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Jember dilakukan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) yang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (08/09/2026) malam.
Dalam sidak tersebut, Bupati Fawait didampingi oleh aparat kepolisian serta perwakilan Sales Area Manager (SBM) Pertamina untuk mengecek langsung kondisi ketersediaan stok BBM maupun LPG di lapangan dan pusat pemantauan tangki SPBU.
Bupati Fawait menegaskan kepada warga yang sedang mengantre bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman dan tercukupi. Pasokan BBM untuk wilayah Jember bahkan telah ditambah hingga lebih dari 35 persen dibanding kuota hari biasa guna mengantisipasi melonjaknya konsumsi warga.
"Bapak, Ibu semuanya tidak perlu khawatir kehabisan. Stok BBM kita aman, baik Pertalite maupun Pertamax. Yang antre dari tadi sampai yang di belakang pasti kebagian semua. Pasokan kita bahkan sudah ditambah lebih dari 35 persen dari hari biasanya," kata Bupati Fawait sembari menghimbau pengendara sepeda motor.
Dari hasil peninjauan dan pemonitoran tangki penyimpanan, pihak Pertamina memastikan bahwa antrean panjang yang sempat terjadi dipicu oleh kekhawatiran warga (panic buying), padahal pasokan BBM dikirim secara berkala dan mencukupi hingga pagi hari.
Di samping menenangkan warga, Bupati Jember juga mengimbau masyarakat untuk turut serta mengawasi potensi tindakan penimbunan BBM. Beliau meminta warga segera melaporkan jika menemukan indikasi pembeli nakal yang melakukan pengisian berulang kali (bolak-balik) demi kepentingan penimbunan.
"Saya minta masyarakat membantu mengawasi. Kalau ada indikasi atau dugaan pihak yang mau menimbun, misalnya bolak-balik sampai 10 kali ke SPBU segera laporkan. Bersama aparat kepolisian, mulai besok kita tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas dan terukur," lengkapnya. (Ari)