JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan memperkuat kesiapan lintas sektor menjelang puncak Haul KH Abdul Hamid ke-45 yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026. Puluhan ribu jamaah diperkirakan memadati Kota Pasuruan sehingga keamanan, lalu lintas, kesehatan, kebersihan, hingga pelayanan jamaah menjadi perhatian dalam persiapan tersebut.
Pematangan agenda dibahas melalui rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo di Aula Rapat Unsur 1 Sekretariat Daerah Kota Pasuruan, Rabu (12/8/2026).
Rakor diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda dari unsur TNI/Polri, serta pemangku kepentingan terkait. Wakil Wali Kota Pasuruan H Nawawi, Sekretaris Daerah, dan Ketua PCNU Kota Pasuruan KH M Nailur Rohman atau Gus Amak turut hadir dalam forum tersebut.
Adi Wibowo meminta seluruh OPD segera memastikan kesiapan sesuai tugas masing-masing. Menurutnya, waktu pelaksanaan yang semakin dekat membutuhkan koordinasi agar berbagai kebutuhan jamaah dapat dipersiapkan dengan baik.
“Waktunya tinggal beberapa hari lagi, maka penting sekali bagi kita semua untuk menyiapkan dengan baik. Harapannya, seluruh persiapan dapat dimatangkan sehingga pelaksanaan haul tahun ini berjalan dengan lancar,” ujar Adi Wibowo.
Dalam rakor, Pemkot Pasuruan memetakan sejumlah kebutuhan, di antaranya rekayasa lalu lintas, kantong parkir, pengamanan, layanan kesehatan, kebersihan, komunikasi dan informasi, ketersediaan air bersih, serta fasilitas pendukung bagi jamaah yang datang dari luar daerah.
Dinas Perhubungan menyiapkan personel untuk mengatur lalu lintas dan penataan parkir. Dukungan tersebut mencakup barrier, mobil derek, serta pengawalan tamu VIP dari sejumlah titik menuju lokasi kegiatan.
Pengamanan juga dikoordinasikan bersama unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Banser. Pola pengamanan disiapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus mengantisipasi kepadatan di sejumlah kawasan yang menjadi jalur pergerakan jamaah.
Pada sektor kesehatan, Dinas Kesehatan menyiapkan 40 tenaga kesehatan yang berasal dari delapan puskesmas, PMI, PSC 119, dan RSUD. Sebanyak 11 ambulans akan disiagakan pada hari pelaksanaan, disertai empat kursi roda bagi tamu VIP/VVIP dan satu unit bus.
Kesiapan kebersihan juga menjadi bagian dari persiapan. DLHKP menyiapkan 140 petugas dengan dukungan delapan truk sampah, tiga kendaraan pikap, dua kontainer sampah, enam motor tossa, dua mobil toilet, serta 30 toilet portabel di lingkungan alun-alun.
Untuk mendukung kebutuhan jamaah, PDAM menyiapkan suplai air bersih ke kawasan pesantren. Satu unit mobil tangki juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air di dapur Ponpes Bayt Al-Hikmah Krampyangan maupun lokasi pendukung lainnya.
Dinas Kominfotik menyiapkan enam unit videotron pada hari pelaksanaan untuk mendukung penyampaian informasi kepada jamaah. Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan halaman Gedung Kesenian Darmoyudo sebagai area parkir bus jamaah serta perangkat videotron sesuai kebutuhan.
BPBD turut menyiapkan dua tenda untuk dapur umum, alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi dapur, 40 personel kedaruratan dan mitigasi, serta satu unit mobil pemadam kebakaran. DPUPR dan DPRKP juga mendapat tugas menyiapkan tenda serta petugas kebersihan di lokasi yang telah ditentukan.
Penataan aktivitas ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari persiapan. Dinas Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Mikro melakukan penataan dan pengawasan PKL di sekitar Alun-alun serta Jalan KH Wahid Hasyim, sedangkan Disperindag menyiapkan delapan tenda kerucut untuk pos pantau.
Adi menegaskan pembagian tugas tersebut harus dilaksanakan secara disiplin dan terkoordinasi. Ia meminta setiap OPD memastikan kebutuhan teknis di lapangan tidak menimbulkan persoalan saat arus jamaah mulai meningkat.
“Kita ingin seluruh jamaah bisa mengikuti haul dengan khidmat, aman, nyaman dan tertib. Karena itu, semua detail harus dipersiapkan mulai sekarang,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Pasuruan H Nawawi menambahkan keberhasilan pelaksanaan haul membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mengingat jamaah tidak hanya berasal dari Kota Pasuruan, tetapi juga berbagai daerah.
“Koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, panitia dan seluruh unsur pendukung harus terus diperkuat agar jamaah dapat mengikuti rangkaian haul dengan aman, tertib dan nyaman,” ujar Nawawi.
Ia berharap seluruh persiapan yang telah dipetakan dapat segera ditindaklanjuti di lapangan. Koordinasi lintas sektor selanjutnya akan menjadi bagian dari persiapan hingga pelaksanaan Haul KH Abdul Hamid ke-45 pada 22 Agustus 2026. (shl)