JATIMPOS.CO/PASURUAN – Sebuah rumah di Jalan Maluku Gang 1, RT 01/RW 02, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, terbakar pada Selasa (11/8/2026) malam. Api diduga berasal dari korsleting listrik setelah charger yang tertancap di stopkontak terlalu lama ditinggal pemilik hingga meleleh dan memicu kebakaran.

Peristiwa tersebut diperkirakan bermula sekitar pukul 19.53 WIB. Warga yang mengetahui kejadian kemudian melaporkannya kepada Mako Pemadam Kebakaran (PMK) sekitar pukul 20.04 WIB.

Mendapat laporan tersebut, personel PMK bersama Pusdalops BPBD Kota Pasuruan bergerak menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 20.15 WIB dengan mengerahkan tiga armada untuk mempercepat proses pemadaman.

Kobaran api diduga pertama kali mengenai kasur di dalam kamar setelah terjadi hubungan arus pendek. Api kemudian membesar dan menjalar ke bagian lain rumah sehingga bangunan seluas sekitar 60 meter persegi terdampak.

Petugas mengerahkan satu unit Damkar berkapasitas 3.500 liter, satu unit suplai 5.000 liter, dan satu unit Damkar 5.000 liter. Pemadaman dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi menimbulkan api susulan.

Personel Pusdalops juga melakukan asesmen dan dokumentasi terhadap kondisi bangunan serta lingkungan sekitar. Warga setempat turut membantu petugas selama proses penanganan berlangsung.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam penanganan awal. Sementara nilai kerugian material masih dalam penghitungan pihak terkait.

Petugas menyelesaikan proses pemadaman dan pembasahan sekitar pukul 21.05 WIB. Setelah kondisi dinyatakan aman, personel kembali ke Mako BPBD Kota Pasuruan.

Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Iwan Prasetyo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan perangkat listrik di rumah. Ia menekankan pentingnya mencabut charger dan peralatan elektronik dari stopkontak apabila tidak digunakan atau ketika rumah ditinggalkan dalam waktu lama.

“Jangan meninggalkan charger tetap tertancap di stopkontak, apalagi ketika rumah ditinggalkan. Peralatan listrik perlu diperiksa secara berkala untuk mencegah risiko korsleting dan kebakaran,” kata Iwan.

Sementara itu, Khifdil warga setempat mengaku panik saat melihat api mulai membesar dari dalam rumah. Warga kemudian berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran dan membantu mengamankan lingkungan sekitar lokasi.

“Kami melihat api sudah membesar dari dalam rumah. Warga langsung melapor dan membantu mengamankan sekitar lokasi sambil menunggu petugas datang,” ujarnya. (shl)