JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER – Guna menghindari jeratan hukum dan pengelolaan dana desa lebih transparan, akuntabel, dan profesional. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik (AKP), Jurusan Bisnis, Politeknik Negeri Jember (Polije), membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) meningkatkan tata kelola keuangan melalui pendampingan penyusunan laporan keuangan dan digitalisasi pencatatan transaksi.
Melalui pendampingan di lapangan, mahasiswa bekerja bersama BUMDes untuk mengidentifikasi permasalahan administrasi keuangan, menyusun solusi, hingga menerapkan sistem pencatatan yang lebih tertib sesuai kebutuhan masing-masing desa.
Salah satu mahasiswa AKP Polije, Najwa Alifa Hamdah, mengatakan pendampingan tersebut menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa tidak hanya menerapkan teori yang dipelajari di kampus, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi BUMDes.
"Kami mendampingi BUMDes menggunakan aplikasi pencatatan keuangan agar proses administrasi lebih mudah dan laporan keuangan tersusun dengan baik. Pengalaman ini membuat kami memahami bahwa ilmu akuntansi sektor publik memiliki manfaat langsung bagi masyarakat," ungkap Najwa Alifa, Jumat, (03/07/2026).
Selain memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, pendampingan tersebut juga memberikan manfaat nyata bagi BUMDes.
Direktur BUMDes Ajong Rejo, Desa Ajung Kecamatan Ajung, Ishak Setiawan, mengaku sistem pencatatan keuangan mengalami perubahan signifikan setelah mendapatkan pendampingan dari mahasiswa Polije.
"Sebelumnya pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual. Setelah didampingi mahasiswa, laporan keuangan menjadi lebih rapi, sistematis, dan lebih mudah dipertanggungjawabkan," katanya.
Menurut Ishak, pengelolaan keuangan yang semakin baik membantu BUMDes dalam mengembangkan berbagai unit usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa.
Ketua Jurusan Bisnis Polije, Dessy Putri Andini, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di BUMDes merupakan bagian dari pembelajaran vokasi yang menekankan pengalaman langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
"Mahasiswa kami dorong untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memberikan solusi yang dibutuhkan masyarakat. Pendampingan kepada BUMDes menjadi ruang belajar sekaligus bentuk kontribusi nyata Polije dalam memperkuat tata kelola keuangan desa," ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun BUMDes yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa perlu terus diperkuat agar pengelolaan dana desa semakin efektif serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa AKP Polije membantu BUMDes menerapkan sistem administrasi keuangan yang lebih modern dan terdokumentasi dengan baik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan dana desa, memperkuat akuntabilitas lembaga, serta mendukung pembangunan ekonomi desa. (Ari)