JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Menggali potensi lokal dan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat menjadi fokus program Bahana Bersahaja (Bakti Harmoni Madiun Bersahaja) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, pada 13–14 Oktober 2026.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, program tersebut dirancang agar pemerintah daerah dapat hadir langsung di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga, sekaligus mengidentifikasi potensi desa yang dapat dikembangkan.

“Kami hadir bukan untuk memaksakan kehendak, tetapi menggali potensi yang ada di desa ini. Harapannya, potensi tersebut bisa kita angkat dan pemerintah kabupaten dapat memberikan fasilitasi,” kata Hari Wur.

Menurut dia, pelaksanaan Bahana Bersahaja disesuaikan dengan karakteristik dan aktivitas masyarakat setempat. Di Desa Sidomulyo, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada pelayanan publik, tetapi juga melibatkan warga dalam kegiatan olahraga, senam bersama, ziarah makam Ki Ageng Reksogati, hingga kunjungan ke industri tahu.

Hari Wur menilai, pendekatan tersebut penting agar program pemerintah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan menunjukkan potensi daerahnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme warga Sidomulyo dalam menyambut kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Madiun, lanjutnya, ingin memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang mudah dijangkau dan sesuai kebutuhan.

Dalam bidang kesehatan, Hari Wur menyebut angka stunting di Kabupaten Madiun berada di level 5,2 persen. Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan melalui penguatan layanan kesehatan dan dukungan berbagai pihak.

Simulasi pemadam kebakaran (Damkar) bersinergi dengan Yon TP 532 guna mengantisipasi lonjakan kebakaran di Kabupaten Madiun.

Selain pelayanan kesehatan, rangkaian Bahana Bersahaja juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, salah satunya melalui simulasi pemadaman kebakaran sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo Setiyo Margono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut di desanya. Menurut dia, keberhasilan kegiatan didukung perencanaan yang matang, koordinasi intensif dengan perangkat desa, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil dari perencanaan dan koordinasi yang baik membuahkan hasil yang memuaskan. Kehadiran Bahana Bersahaja di tengah-tengah warga Desa Sidomulyo Raharja ini diharapkan memberikan dampak terbaik bagi kemajuan desa kita,” ujarnya.

Melalui Bahana Bersahaja, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap kebutuhan masyarakat dapat teridentifikasi secara langsung, pelayanan publik semakin dekat, serta potensi desa memperoleh dukungan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warga. (Adv/jum).