JATIMPOS.CO/TRENGGALEK - Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara menutup Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten Trenggalek 2026. Bertempat di GOR Nurul Fikri, Kecamatan Gandusari Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten Trenggalek 2026 digelar selama 3 hari sejak tanggal 5 hingga 7 Juli 2026.
Kejuaraan ini sendiri diikuti oleh 198 peserta dari 14 club pembinaan yang terbagi ke dalam 22 kelompok pertandingan. Masing-masing kelompok memperebutkan juara 1, 2 dan 3.
Menutup kejuaraan ini, Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara menyapaikan, "kami sangat mengapresiasi turnamen ini, karena di tengah keterbatasan fiskal salah satu cabor yang cukup banyak menciptakan atlit ini masih bisa membuat kegiatan seperti ini," ungkapnya, Selasa (7/7/2026).
Semoga kedepan, sambung Mas Syah "bisa membawa manfaat yang lebih besar untuk Kabupaten Trenggalek. Kemudian menghasilkan bibit-bibit atlit yang bisa mengharumkan nama Trenggalek juga," tandasnya.
Senada dengan Wabup Trenggalek, wakil ketua umum KONI Trenggalek, Adit Suparno dalam penutupan turnamen ini juga mengapresiasi gelaran ini. Menurutnya " KONI merasa terima kasih dan merasa bangga terkait Kejurkab tahun 2026 yang dilaksanakan pengurus Pengkab PBSI Trenggalek. Ada kemajuan, diantaranya di semua usia, mulai usia dini hingga usia 17 tahun dimainkan semua," imbuhnya.
Masih menurut Wakil Ketua umum KONI itu, "perkembangannya luar biasa meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada. Harapan KONI pada dasarnya dalam Porprov 2027 nanti, Trenggalek bisa bicara. Minimal kalau bisa masuk 4 besar meskipun itu sulit karena di Bulutangkis itu harus mengalahkan yang di atas kita," tutupnya.
Sementara itu Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengkab PBSI) Trenggalek, Rahmanu Arik Bhahtiyar dalam penutupan kegiatan ini mengatakan "motivasinya menggelar kejuaraan ini, Trenggalek butuh nama di gelaran Porprov Jatim 2027. Jadi ini kita persiapkan untuk menyambut Kejurprov dan kita persiapkan atlit-atlit kita," katanya.
Yang memotivasi kita, karena keterbatasan dana kita masih menggelar kejuaraan ini, karena di Trenggalek banyak peminat Badminton mulai anak dini sampai dengan usia remaja. Karena inilah kita tetap mengadakan setiap tahun, Alhamdulillah banyak teman yang suka dan support kegiatan ini.
Tidak hanya mengambil beberapa kelompok umur favorit melainkan 22 kelompok umur yang dipertandingkan, Arik menegaskan pembinaan Bulutangkis tidak bisa instan. Dengan banyaknya kelompok umur yang digelar diharapkan olehnya dapat menambah pengalaman bagi atlet sehingga semakin banyak bertanding mereka mampu berprestasi. (Ard)