JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Rangkaian Sepasar ing Madiun (Sepasma) 2026 memasuki hari keenam dengan menghadirkan talkshow ekonomi kreatif yang dipadukan dengan hiburan musik Sukoroncong di Lapangan Taman Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus ajang promosi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari lima kecamatan di wilayah Madiun Selatan, yakni Dolopo, Dagangan, Kebonsari, Geger, dan Jiwan.
Talkshow menghadirkan tiga narasumber, yakni Camat Geger Dodi Setiawan, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Dian Widayanti, serta pelaku ekonomi kreatif asal Kebonsari, Dahlan Efendi atau yang akrab disapa Lek Dahlan.
Dalam kesempatan itu, Lek Dahlan menilai Kabupaten Madiun memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif karena banyak melahirkan musisi, seniman, hingga kreator konten yang telah dikenal luas.
“Ekonomi kreatif di Madiun sebenarnya bisa berkembang pesat. Banyak talenta besar lahir dari sini. Kuncinya adalah berani memulai dan terus telaten menjalani. Soal perangkat dan fasilitas bisa mengikuti,” ujar Lek Dahlan.
Sementara itu, Camat Geger Dodi Setiawan menekankan bahwa kreativitas tidak hanya soal ide yang cemerlang, tetapi juga keberanian untuk mewujudkannya.
“Sering kali yang dianggap ragu oleh orang lain justru bisa menjadi peluang besar ketika berani dijalankan. Itu esensi kreativitas,” kata Dodi.
Di sisi lain, Dian Widayanti menyampaikan bahwa Disparpora Kabupaten Madiun siap mendampingi para pelaku ekonomi kreatif melalui berbagai program, mulai dari promosi digital, pelatihan, hingga fasilitasi hak kekayaan intelektual (HAKI).
Ia mengajak para pelaku kreatif untuk bergabung dalam platform promosi yang disediakan pemerintah daerah agar produk dan karya lokal semakin dikenal luas.
Sepasma 2026 sendiri menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun dengan mengusung tema Festival Budaya dan Kampung Pesilat. Beragam agenda digelar selama sepekan, mulai 22 hingga 28 Juni 2026, seperti festival budaya, pentas seni, sholawatan, olahraga, pameran inovasi, lomba, hingga hiburan rakyat.
Selain menjadi ajang hiburan, Sepasma juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, memperkuat identitas budaya daerah, serta menjadi ruang silaturahmi antarwarga. Tahun ini, wilayah Madiun Selatan menjadi pembuka rangkaian kegiatan dengan pusat acara dipusatkan di Kecamatan Geger. (jum).