JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Semarak perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun kian terasa dengan dibukanya gelaran Parade Military Drum Band 2026, Sabtu (20/6/2026). Event spektakuler ini menjadi salah satu sajian utama dalam rangkaian perayaan bertajuk Madiun Berkilau, yang merepresentasikan kemajuan, kemegahan, serta semangat kebersamaan masyarakat Kota Pendekar.
Digelar tepat pada momentum hari jadi kota, Parade Military Drum Band 2026 menghadirkan perpaduan kedisiplinan, harmoni gerak, dan dentuman musik bergaya militer yang megah. Ribuan warga tampak memadati sepanjang rute yang dilalui Military Drum Band untuk menyaksikan langsung pembukaan acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Identitas Kota Madiun sebagai Kota Pendekar semakin kuat terasa melalui penampilan pembuka berupa atraksi seni bela diri pencak silat. Kesenian yang telah menjadi warisan budaya sekaligus kebanggaan masyarakat itu tampil memukau, memperlihatkan filosofi persatuan, kekuatan, dan kehormatan yang melekat pada Kota Madiun.
Tak sekadar menjadi tradisi, pencak silat juga dinilai mampu menjadi perekat sosial sekaligus penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelestarian budaya lokal.
Sebagai tanda resmi dimulainya gelaran Military Drum Band 2026, Plt Wali Kota Madiun bersama jajaran Forkopimda Kota Madiun melakukan prosesi penabuhan drum di hadapan para penonton yang telah memadati kawasan pusat kota.
Usai prosesi pembukaan, suasana panggung utama semakin semarak dengan penampilan parade Genta Bahana dari pelajar SMK Negeri 1 Kota Madiun. Formasi yang rapi, permainan musik yang enerjik, serta koreografi yang dinamis sukses memukau penonton dan menambah kemeriahan pembukaan.
Parade Military Drum Band 2026 mengambil rute mulai dari Jalan Pahlawan depan Balai Kota Madiun hingga berakhir di Stadion Wilis Kota Madiun. Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan aksi terbaik mereka dengan mengusung semangat disiplin, kekompakan, dan kreativitas.
Tahun ini, ajang Military Drum Band diikuti oleh sembilan peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur, yakni SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, SMA Taruna Madani Pasuruan, SMA Negeri 1 Padangan Bojonegoro, SMK Negeri 2 PGRI Ponorogo, SMA Negeri 1 Kwadungan Ngawi, SMK Negeri 1 Mejayan Caruban, SMK Negeri 1 Kota Madiun, SMK Negeri 3 Kota Madiun, serta SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi Magetan.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kompetisi ini juga memperebutkan hadiah pembinaan dengan total puluhan juta rupiah. Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp10 juta beserta sertifikat, juara kedua Rp8 juta beserta sertifikat, dan juara ketiga Rp6 juta beserta sertifikat.
Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun menyampaikan, Parade Military Drumband dalam rangka Hari Jadi ke-108 Kota Madiun ini lebih dari sekadar kompetisi, Military Drum Band menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda melalui seni marching band, sekaligus menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama. Kehadiran event ini diharapkan mampu memperkuat citra Kota Madiun sebagai kota yang maju, kreatif, dan kaya akan semangat kebudayaan.
"Sembilan tim drumband dari berbagai daerah menampilkan atraksi terbaik dengan mengusung konsep militer yang memadukan kedisiplinan, kekompakan, dan kreativitas. Penampilan para peserta berlangsung sengit dengan selisih nilai yang tipis karena kualitas seluruh tim yang tampil dinilai sangat baik," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Pemkot Madiun. Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, parade tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas pedagang dan kunjungan masyarakat. Bahkan, penyelenggaraan tahun depan direncanakan akan dibuat lebih besar dan lebih meriah. (jum).