JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mulai menyusun arah pembangunan tahun anggaran 2027 dengan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memaparkan secara langsung rencana program dan kegiatan yang akan dijalankan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pemaparan berlangsung di Balai Kota Madiun, Rabu (17/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun. Dalam forum tersebut, setiap OPD diminta menjelaskan program hingga subkegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran mendatang.

Bagus Panuntun mengatakan, seluruh rencana kerja perangkat daerah perlu dibedah secara detail agar pemerintah memiliki gambaran yang jelas terkait arah pembangunan yang akan dijalankan. Menurutnya, proses tersebut juga menjadi sarana untuk menyelaraskan program OPD dengan visi dan misi kepala daerah.

“Sekarang itu dalam mempersiapkan pembangunan saya minta seluruh OPD untuk memaparkan dulu apa yang nanti akan dilakukan. Baik program sampai sub kegiatannya,” kata Bagus Panuntun.

Ia menegaskan bahwa setiap program harus dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan tidak sekadar melanjutkan pola yang sudah berjalan selama ini.

Selain itu, Bagus Panuntun meminta seluruh OPD mampu menyesuaikan program kerjanya dengan dinamika yang berkembang di lapangan. Baik pembangunan infrastruktur maupun noninfrastruktur harus dirancang secara fleksibel agar mampu menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan yang muncul di tengah masyarakat.

Dalam sesi awal pembahasan, Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menjadi perangkat daerah pertama yang memaparkan rencana kerjanya. Kedua OPD tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menjadi pengampu utama dalam urusan perencanaan dan penganggaran daerah.

Ia juga menyoroti pola penyusunan anggaran yang selama ini cenderung sama dari tahun ke tahun. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi melahirkan program yang bersifat rutin atau sekadar mengulang kegiatan sebelumnya. Karena itu, Pemkot Madiun ingin memastikan seluruh anggaran tahun 2027 disusun berdasarkan kebutuhan, perencanaan yang matang, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dan tantangan yang ada. (jum).