JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Langit di Caruban tampak kelabu pada Senin (16/3/2026) sore. Awan gelap menggantung seolah menahan hujan yang siap turun kapan saja. Namun suasana itu tidak menyurutkan langkah para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Madiun yang memadati halaman Pendapa Ronggo Djumeno.

Di lokasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar pasar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sejak sore hari, para ASN tampak berkeliling di antara lapak-lapak bahan pokok yang disediakan dengan harga lebih terjangkau.

Beberapa membawa kantong plastik berisi beras, minyak goreng, hingga kebutuhan dapur lainnya. Sesekali terdengar percakapan ringan di tengah keramaian, bercampur dengan semilir angin yang semakin menandakan hujan akan turun.

Tak lama setelah kegiatan pasar murah selesai, rintik hujan mulai jatuh. Namun kegiatan tidak berhenti. Para ASN tetap bertahan di pendapa untuk mengikuti buka puasa bersama.

Rintik yang semula pelan berubah menjadi hujan deras. Meski begitu, suasana kebersamaan tetap terasa hangat. Para ASN duduk bersama menikmati hidangan berbuka di bawah guyuran hujan yang membasahi halaman pendapa.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan kegiatan pasar murah sekaligus buka puasa bersama tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memberikan kebahagiaan kepada ASN menjelang Idul Fitri.

“Dalam rangka menghadapi Idul Fitri, teman-teman ASN juga akan memasuki masa libur secara administrasi. Kami ingin memberi kesempatan agar mereka bisa menikmati Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan bahagia,” ujarnya.

Menurutnya, kebahagiaan menjelang Lebaran tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga bagi para ASN yang selama ini menjalankan pelayanan publik.

“Yang penting masyarakatnya bahagia, ASN-nya juga bahagia. Itu yang utama,” kata Hari Wur sapaan akrab Bupati Madiun.

Meski demikian, Hari Wur menegaskan bahwa libur bagi ASN hanya bersifat administratif. Ia meminta para pegawai tetap memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat selama masa libur Lebaran.

Ia mencontohkan sejumlah petugas yang tetap berjaga di berbagai titik pelayanan selama arus mudik dan Lebaran, seperti di Jiwan, Nglames, Dumpil, hingga kawasan Saradan dan Taman Asti Caruban.

“Masih ada teman-teman kita yang bertugas di pos pelayanan. Jadi meskipun secara administrasi libur, jika dibutuhkan mereka harus siap membantu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Terkait kesiapan menghadapi Idul Fitri, Hari Wur memastikan kondisi kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Madiun masih aman. Ia menyebut pemerintah daerah telah menggelar pasar murah sebanyak sembilan kali untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.

“Alhamdulillah antusias masyarakat bagus dan secara finansial kebutuhan mereka juga terpenuhi. Mudah-mudahan tidak ada gejolak,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga memastikan stok bahan pokok tetap tersedia hingga Lebaran.

“Hasil rapat tadi pagi di Praja Mukti, stok beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya cukup. Insyaallah di Kabupaten Madiun aman,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu.

Sebanyak 120.000 penerima manfaat akan mendapatkan bantuan beras yang akan dibagikan secara bertahap. Penyaluran simbolis rencananya dilakukan di Desa Bader, Kecamatan Dolopo.

“Besok kami mulai membagikan bantuan untuk warga, terutama masyarakat miskin. Total ada sekitar 120.000 penerima manfaat,” kata Hari Wur.

Menurutnya, jumlah penerima bantuan tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang sekitar 60.000 orang. Dengan berbagai langkah tersebut, Hari Wur berharap masyarakat Kabupaten Madiun dapat menyambut Idul Fitri dengan tenang dan penuh kebahagiaan.

“Saya yakin masyarakat Kabupaten Madiun bisa berlebaran dengan tenang. Harga masih terkendali, inflasi juga stabil,” ujarnya. (jum).