JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Pemerintah Kota Madiun mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) triwulan I tahun 2026 secara serentak pada Senin (23/2/2026). Penyerahan bantuan dilakukan di sejumlah kelurahan, salah satunya di Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan skema penyaluran bantuan diatur secara bertahap untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Hari ini penyerahan BLTD serentak di seluruh Kota Madiun untuk triwulan pertama. Kami mengatur ritmenya supaya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan bahan pokok terlebih dahulu. Untuk bulan kedua dan ketiga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan Lebaran,” ujar Bagus Panuntun.
Pada tahap pertama, penerima manfaat memperoleh Rp200 ribu. Tahap berikutnya yang dijadwalkan menjelang Lebaran sebesar Rp400 ribu. Dengan demikian, setiap keluarga penerima manfaat menerima total Rp600 ribu untuk triwulan I.
Data Pemkot Madiun mencatat, sebanyak 2.104 warga menerima BLTD yang bersumber dari APBD 2026 dengan total anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
Selain itu, terdapat 970 penerima manfaat BLTD yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Nominal bantuan yang diberikan sama, yakni Rp200 ribu per bulan selama tiga bulan.
Bagus Panuntun menegaskan bantuan tersebut diharapkan digunakan untuk kebutuhan mendesak dan produktif, terutama kebutuhan pokok rumah tangga.
“Kami berharap bantuan ini digunakan untuk kebutuhan pokok, untuk kebutuhan buka puasa atau yang lainnya. Jangan digunakan untuk membeli rokok. Gunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat,” tegasnya.
Kriteria penerima BLTD merujuk pada data kesejahteraan sosial, yakni masyarakat dalam kategori desil 1 hingga 5 atau kelompok berpenghasilan rendah hingga menengah ke bawah.
Pemkot Madiun menargetkan bantuan ini tidak hanya menjaga daya beli warga di tengah tekanan ekonomi, tetapi juga menjadi stimulus agar keluarga penerima manfaat dapat memperbaiki kondisi ekonominya secara bertahap. (Adv/jum).
