JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Ribuan masyarakat Kota Mojokerto memadati Gedung Olahraga dan Seni (GOR Seni) Mojopahit, Rabu (26/8/2026) malam. Mereka larut dalam suasana religius saat mengikuti Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengajian tersebut menghadirkan Ustadz Zacky Mirza sebagai pengisi tausiyah. Kegiatan juga dihadiri Wali Kota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE atau Ning Ita, Wakil Wali Kota Mojokerto Dr. Rachman Sidharta Arisandi S.IP., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo A.T.D., M.M., jajaran kepala OPD, Forkopimda, serta pengurus Ormas Keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Mojokerto.
Dalam sambutannya, Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari SE, menyebut peringatan Maulidu Rosul ( Hari lahir Rasululloh Muhammad Saw) dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa syukur, persaudaraan, sekaligus kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pada malam ini kita memperingati dua momentum besar, yakni Maulidu Rosul Muhammad SAW dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat kekeluargaan dan kebersamaan, serta kehidupan masyarakat yang guyub dan rukun, merupakan modal penting dalam pembangunan Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, peringatan Maulidu Rosul tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ning Ita panggilan akrabnya mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah, terutama dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan sikap saling menghormati.
“Saya mengingatkan diri saya sendiri dan seluruh masyarakat yang hadir dalam pengajian akbar ini agar semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW senantiasa kita hadirkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa . Kalau kita teladhani sifat Nabi Muhammad dipastikan dalam kehidupan tidak ada gesekan, tidak ada saling gontok-gontokan. Sehingga suasana Kota Mojokerto tetap adem, ayem, rukun, aman dan damai,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerukunan menjadi salah satu kekuatan Kota Mojokerto yang memiliki masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan etnis yang beragam. Menurut Ning Ita, keberagaman tersebut justru harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Alhamdulillah, masyarakat Kota Mojokerto ini pluralisme, ada enam pemeluk agama, dan dapat hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Kota Mojokerto juga telah dinobatkan sebagai Kota Harmoni oleh Kementerian Agama. Ini harus terus kita rawat bersama,” katanya.
Selain mengajak menjaga kerukunan, Ning Ita juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mensyukuri 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Di tengah rasa syukur tersebut, ia mengajak jamaah turut mendoakan masyarakat di sejumlah daerah yang tengah menghadapi musibah.
Ning Ita menyebut bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan di Kalimantan sebagai pengingat agar masyarakat senantiasa bersyukur atas keselamatan. “ alhamdulillah kondisi Kota Mojokerto yang kita cintai ini dalam keadaan aman tanpa adanya bencana alam.” ucapnya
Ia kemudian mengajak seluruh jamaah membaca Surat Al-Fatihah yang ditujukan bagi saudara-saudara yang terdampak musibah agar diberikan ketabahan dan bencana segera berakhir.
“Marilah kita panjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan, serta segala bencana segera berakhir,” tuturnya.
Ning Ita juga berharap doa yang dipanjatkan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut membawa keberkahan bagi Kota Mojokerto dan seluruh warganya.
Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kota Mojokerto itu mengajak masyarakat memperbanyak membaca sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Semoga doa panjenengan semua pada peringatan Maulid Rasulullah ini membawa keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan bagi Kota Mojokerto serta seluruh masyarakatnya. Saya juga mengajak panjenengan semua untuk gemar membaca sholawat,” pungkas Ning Ita.
Sementara itu, tausiyah Ustadz Zacky Mirza menjadi bagian utama acara. Dalam cuplikan tausiyah Jamaah diajak membaca doa nabi Yunus ketika dimakan ikan paus, “'Monggo kita baca laa ila hailla anta subhanaka inni kuntu minadzholimin minadzholimin, “ ucap Ustdz Zacky Mirza mengawali ceramahnya.
Para jamaah pengajian tampak khusyuk hingga terakhir mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Zacky Mirza yang merupakan alumnus Universitas Al Azhar Mesir. (din/adv.kom)