JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Ledakan keras mengguncang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/8/2026). Insiden tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran gas dan mengakibatkan bagian dapur tempat pengolahan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbakar.

Suara ledakan terdengar cukup keras hingga membuat warga di sekitar lokasi panik. Salah seorang warga, Diah Ayu, mengatakan ledakan terjadi satu kali dan disusul kobaran api.

“Seperti suara bom, satu kali. Langsung atapnya ambruk dan asbesnya jebol. Ledakan dari tabung gas yang meledak, kemudian muncul api dan terjadi kebakaran di bagian dapur,” ujarnya.

Saat kejadian, terdapat lima orang di dalam area SPPG. Mereka terdiri dari tiga teknisi dan dua karyawan perempuan yang tengah melakukan persiapan sebelum kegiatan memasak.

Informasi sementara menyebutkan, sejumlah teknisi sedang melakukan perbaikan pada bagian instalasi atau tabung gas sebelum terdengar suara seperti gas keluar. Tidak lama kemudian terjadi ledakan yang menyebabkan sebagian atap bangunan runtuh dan memicu kebakaran.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Petugas juga melakukan pengamanan agar kobaran tidak meluas ke bangunan lain maupun permukiman warga.

Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si.,menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, lima orang yang berada di lokasi mengalami luka dengan kondisi berbeda.

“Tidak ada korban jiwa, dipastikan hanya korban luka. Dari lima orang yang ada di lokasi, tiga mengalami luka bakar dan dua terkena runtuhan atap, seluruh korban kemudian dievakuasi ke dua rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," ungkap Kapolres Mojokerto usai dengarkan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, di gedung Graha Whicesa DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/8/2026)

Kapolres Mojokerto menegaskan, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan. Tim telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan saksi dan fakta-fakta terkait insiden tersebut.

“Untuk mencari fakta sebenarnya, kami sudah menerjunkan tim untuk menyelidiki. Kita tunggu hasil dari tim terkait penyebabnya,” jelasnya.

Meski penyebab resmi masih menunggu hasil penyelidikan, dugaan awal mengarah pada persoalan kebocoran gas. Berdasarkan keterangan sementara, sebelum ledakan terdengar suara yang diduga berasal dari gas yang keluar saat proses perbaikan.

“Info awal memang patut diduga sumbernya dari masalah gas. Ada kebocoran dan sempat ada beberapa saksi yang mengatakan dilakukan perbaikan. Dalam proses itulah kemudian terdengar suara seperti gas keluar, tidak lama kemudian terjadi ledakan,” katanya.

Kapolres Mojokerto menambahkan, sistem penyediaan gas untuk dapur dengan kapasitas produksi besar memiliki spesifikasi dan standar tersendiri. Hal itu mencakup tabung atau sumber gas, saluran pemipaan hingga perangkat memasak yang digunakan.

“Untuk standar memasak dalam porsi besar memang bentuk dan strukturnya disesuaikan. Peralatannya digunakan secara khusus dan memiliki standar, termasuk penyediaan gas, saluran pemipaan, serta model alat masaknya,” pungkasnya.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus mengetahui penyebab pasti ledakan yang kemudian memicu kebakaran tersebut. (din)