JATIMPOS.CO/MOJOKERTO — Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memantapkan langkah penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendekatan penghargaan dan pemanfaatan teknologi digital.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan Apresiasi Pajak dan Retribusi Daerah yang dikemas bersama High Level Meeting (HLM) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), bertempat di Aston Hotel Mojokerto, Beberapa hari lalu.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta pelaku usaha untuk membangun tata kelola pendapatan daerah yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Sejumlah wajib pajak, perangkat daerah, serta mitra strategis menerima penghargaan atas kontribusi aktif mereka dalam mendukung peningkatan penerimaan daerah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, Bapenda Provinsi Jawa Timur, Kepala Dispenda Mojokerto Nurul Istiqomah, Notaris/PPAT, jajaran perangkat daerah, camat, kepala desa, serta undangan lainnya.
Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, SE, MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas dalam forum strategis HLM ETPD yang dibarengi dengan pengundian hadiah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen PKB, serta pemberian apresiasi atas kinerja penerimaan pajak dan retribusi daerah.
“HLM ETPD ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung kebijakan nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Forum ini juga memperkuat sinergi antara perangkat daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan PAD,” jelas Nurul Istiqomah.
Menurutnya, tingkat kepatuhan wajib pajak menjadi kunci utama dalam memperkuat fiskal daerah. Dengan fiskal yang kuat, pemerintah dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik serta menjalankan program pembangunan secara optimal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah membayar PBB-P2 dan pajak lainnya tepat waktu. Kontribusi ini sangat penting dalam mendukung penguatan APBD Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Mojokerto Muhamad Al Barra menegaskan bahwa optimalisasi PAD tidak hanya bertumpu pada regulasi, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif dan kepercayaan publik. Pemberian apresiasi dinilai sebagai langkah efektif untuk menumbuhkan budaya patuh pajak sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
“Pajak adalah tulang punggung pembangunan daerah. Dengan memberikan penghargaan, kami ingin membangun motivasi dan pemahaman bersama bahwa kepatuhan pajak akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barra.
Pada kesempatan itu, Bupati Mojokerto juga menyampaikan apresiasi atas capaian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Mojokerto yang berhasil meraih penghargaan Terbaik II TP2DD Kabupaten Wilayah Jawa–Bali Tahun 2025. Capaian tersebut dinilai sebagai pijakan kuat dalam memperluas implementasi ETPD ke depan.
Sebagai bentuk apresiasi langsung kepada masyarakat, Pemkab Mojokerto juga melaksanakan pengundian hadiah Tahap II Tahun 2025 bagi wajib pajak yang tertib membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen PKB. Proses pengundian dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh notaris, aparat kepolisian, serta perwakilan kecamatan.
Beragam hadiah menarik disiapkan, mulai dari sepeda motor Honda Vario 125 cc dan Honda Beat, sepeda gunung, hingga televisi LED 32 inci. Program ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan pajak daerah. (din)