JATIMPOS.CO/MOJOKERTO — Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur strategis. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai proyek pembangunan Jembatan Lebaksono di Kecamatan Pungging, salah satu akses penting penghubung aktivitas ekonomi warga.

Proyek yang menelan anggaran Rp9,6 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Allanta Raya dengan masa pelaksanaan 180 hari, mulai 1 Juli hingga 27 Desember 2025.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Anik Mutamimah, melalui Kabid Bina Marga, Henri Surya, menjelaskan bahwa jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur mobilitas masyarakat dari tiga kecamatan: Pungging, Mojosari, dan Ngoro.

“Pembangunan Jembatan Lebaksono menjadi prioritas karena kondisinya sebelumnya cukup mengkhawatirkan. Selain itu, jembatan ini merupakan akses penting menuju pusat perekonomian, terutama Pasar Mojosari. Infrastruktur yang baik adalah fondasi bagi percepatan pertumbuhan daerah,” jelas Henri, Kamis (20/11/2025).

Jembatan baru ini hampir selesai dengan lebar 7 meter dan panjang 60 meter. Menurut Henri, progres pengerjaan di lapangan sudah mendekati tahap akhir dan terus dikejar agar selesai tepat waktu.

“Jembatan Lebaksono sangat vital untuk kelancaran pergerakan warga, baik pekerja maupun pedagang. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Mojokerto menilai pembangunan ini akan berdampak besar pada peningkatan efisiensi transportasi warga. Selain memudahkan akses ke pasar, fasilitas pendidikan, dan layanan publik lainnya, jembatan tersebut diyakini mampu membuka peluang ekonomi lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

“Dengan infrastruktur yang lebih memadai, arus barang dan mobilitas masyarakat diharapkan semakin cepat sehingga mendongkrak perekonomian wilayah," ujar Henri

Sementara itu Kepala Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging Kabuoaten Mojokerto H. Afan Faizin Mpd, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, dahulu kondisinya mengkhawatirkan bagi pengguna jalan, kini tahap pengerjaan.

"Melihat kontruksi bangunan jembatan lebaksono  sedang pengerjaan saat ini, sangat kuat dan dipastikan  beri kenyamanan pada masyarakat pengguna jalan,“ ujarnya

Ia juga menambahkan, dalam proses pengerjaan,  sementara akses ditutup,  warga selama ini harus memutar jauh untuk mencapai kawasan Mojosari, terutama menuju pasar sawahan, pasar legi dan fasilitas umum lainnya,

“Kami berharap pembangunan segera rampung. Dengan jembatan yang baru dan kokoh, warga bisa lebih mudah menuju pasar Mojosari tanpa harus berputar-putar. Aktivitas berdagang maupun bekerja pasti akan jauh lebih lancar,” ungkapnya. (din).