JATIMPOS.CO/BOJONEGORO — Jajaran kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengecekan ketersediaan dan harga bahan pokok (bapok) di Kabupaten Bojonegoro, Minggu (15/2/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan menjelang Ramadan 2026 untuk memantau distribusi dan stabilitas harga di tingkat pasar.
Pengecekan dipimpin Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Bojonegoro IPDA A. Zaenan Na’im bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Disperindagkop, Perum Bulog Kabupaten Bojonegoro, serta DKPP. Tim menyasar Pasar Kota Bojonegoro, Bravo Swalayan, dan gudang Bulog.
Di Pasar Kota Bojonegoro, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.000 per kilogram. Harga gula Rp16.500 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp19.000 per kilogram, dan Minyakita Rp15.700 per kilogram.
Untuk komoditas hewani, daging sapi dijual Rp115.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, serta telur ayam Rp30.000 per kilogram. Sementara komoditas hortikultura seperti cabai rawit Rp95.000 per kilogram, cabai merah Rp40.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp35.000 per kilogram.
Di Bravo Swalayan, harga beras premium, medium, dan SPHP tercatat sama dengan pasar tradisional. Perbedaan terlihat pada harga gula yang berada di angka Rp17.500 per kilogram.
Sementara itu, hasil pengecekan di gudang Bulog menunjukkan stok beras mencapai 6.200 ton, Minyakita sebanyak 250 karton, serta gula Maniskita sebanyak 10 ton.
“Secara keseluruhan, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Bojonegoro dalam kondisi mencukupi dan harga relatif stabil tanpa kenaikan signifikan menjelang Ramadan 2026. Pemantauan dan pengawasan akan terus dilakukan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Na’im.
Ia juga mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau lonjakan harga tidak wajar. (nar)
