JATIMPOS.CO//SURABAYA – Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, berharap pagelaran wayang kulit dapat menjadi salah satu cara mengenalkan seni tradisional kepada generasi muda. Upaya tersebut dinilai penting agar warisan budaya tetap hidup dan dicintai lintas generasi.

Harapan itu disampaikan Musyafak saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Kamis (29/10/2026), di halaman DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Menurut Musyafak, wayang kulit bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai filosofi dan pesan kehidupan. Karena itu, pelestariannya membutuhkan upaya nyata agar kesenian tersebut tetap dekat dengan masyarakat, terutama generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini, DPRD Provinsi Jawa Timur ingin ikut menjaga agar kesenian tradisional tetap dekat dengan masyarakat dan terus dicintai oleh generasi penerus,” kata Musyafak dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, wayang kulit memiliki nilai seni dan filosofi yang tinggi. Bahkan, pada 7 November 2003, UNESCO mengakui wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau karya agung warisan budaya lisan dan takbenda manusia.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa wayang merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang mendapat pengakuan dunia. Menurut Musyafak, nilai-nilai yang terkandung dalam pewayangan perlu terus diperkenalkan agar tidak terputus dari kehidupan generasi berikutnya.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, pagelaran tersebut juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Ki Arif Sarjono membawakan lakon Wahyu Jitabsara, sedangkan Cak Percil Cs, Abah Kirun, dan Guyon Maton turut memeriahkan acara.

Musyafak mengatakan, perpaduan pertunjukan wayang kulit dan hiburan khas Jawa Timur dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kesenian tradisional sekaligus mempelajari pesan kehidupan di dalamnya.

“Kita tertawa bersama, tertawa nilainya sangat mahal. Bergembira bersama, sekaligus tetap mengambil pelajaran dari cerita dan pesan yang disampaikan,” ujarnya.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur juga memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat. Menurutnya, kemajuan daerah perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga budaya serta kearifan lokal.

Pagelaran tersebut mengusung semangat Merawat Tradisi, Melestarikan Budaya, dan Menguatkan Jati Diri Bangsa. DPRD Jatim berharap seni pewayangan tetap memiliki ruang di tengah masyarakat dan dikenal oleh generasi muda. (zen)