JATIMPOS.CO/PASURUAN – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kota Pasuruan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, mulai dari doa bersama, pengajian, hingga santunan kepada masyarakat, Rabu (17/6/2026).
Berbagai kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah dan diikuti masyarakat dengan khidmat. Suasana religius mewarnai peringatan pergantian tahun hijriah di Kota Pasuruan.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Toyib, mengatakan makna hijrah perlu dipahami sebagai proses memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan secara menyeluruh. Menurutnya, tahun baru Islam menjadi saat yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek kehidupan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar perbedaan penetapan awal Muharram tidak menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan tersebut perlu disikapi dengan saling menghormati demi menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah.
Momentum Tahun Baru Islam juga dimaknai sebagian warga sebagai kesempatan untuk menyampaikan harapan terhadap perbaikan pelayanan publik dan kondisi ekonomi masyarakat.
Pelaku UMKM asal Bugul Kidul, Ahmad Fauzi, menilai perubahan tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk ajakan moral, tetapi juga perlu diterjemahkan dalam langkah-langkah yang berdampak bagi masyarakat.
"Kami sepakat soal introspeksi diri. Tapi pemerintah juga harus berhijrah—dari pelayanan yang lambat menjadi cepat, dari kondisi ekonomi sulit menuju kesejahteraan yang lebih merata," ujar Ahmad Fauzi.
Hal senada disampaikan warga Gadingrejo, Siti Aminah. Menurut dia, DPRD dan pemerintah daerah perlu terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar berbagai persoalan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti.
"Harapannya DPRD lebih sering turun ke lapangan. Banyak persoalan seperti harga kebutuhan pokok yang naik turun dan butuh solusi cepat," kata Siti Aminah.
Menanggapi masukan tersebut, Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Toyib menegaskan pihaknya akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat fungsi pengawasan agar program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Tahun Baru Islam adalah momentum muhasabah. Kita diajak meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan beralih menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam ibadah maupun kepedulian sosial. Perbedaan adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan dan kondusivitas di Kota Pasuruan," ujarnya.
Toyib menambahkan, aspirasi masyarakat menjadi masukan penting bagi DPRD dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan.
"Masukan masyarakat menjadi energi bagi kami. Hijrah juga berarti meningkatkan kinerja kami sebagai wakil rakyat agar program pemerintah lebih tepat sasaran," tambahnya. (shl)