JATIMPOS. CO/ MOJOKERTO – DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto di Gedung Graha Whicesa DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (8/5/2026).
Mengusung tema “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kabupaten Mojokerto sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuroh didampingi tiga wakil ketua DPRD, yakni Khoirul Amin, Hartono, dan H. Winajat, serta dihadiri seluruh anggota dewan.
Turut hadir Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wakil Bupati Dr. Muhammad Rizal Octavian, jajaran Forkopimda, kepala OPD, hingga para camat se-Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuroh menyampaikan bahwa puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Pendopo Graha Maja Tama.
Menurutnya, peringatan hari jadi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para pendahulu dalam membangun Kabupaten Mojokerto.
“Momentum hari jadi ini harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya, menjaga budaya, memperkuat persatuan serta mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang unggul, sejahtera dan berdaya saing,” ujar Ayni Zuroh.
Pokitisi PKB ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan demi kemajuan daerah.
“Dirgahayu Kabupaten Mojokerto ke-733. Semoga Kabupaten Mojokerto terus melangkah maju melalui semangat perubahan dan kebersamaan seluruh masyarakat,” tambahnya.
Usai pembukaan, rapat paripurna dilanjutkan dengan pembacaan riwayat singkat Hari Jadi Kabupaten Mojokerto oleh Wakil Ketua DPRD Hartono SH.
Dalam pemaparannya, Hartono menjelaskan bahwa penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto melalui proses panjang kajian sejarah yang dimulai sejak era Bupati Mahmud Zain.
Ia menyebut, seminar sejarah pertama digelar pada tahun 1991, kemudian dilanjutkan simposium tingkat Provinsi Jawa Timur pada 1992 dengan melibatkan akademisi, cendekiawan serta tim penulisan sejarah Mojokerto.
“Dari hasil kajian tersebut akhirnya ditetapkan tanggal 9 Mei sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto yang mulai diperingati sejak tahun 1993,” jelas Hartono.
Menurutnya, kemajuan Kabupaten Mojokerto saat ini tidak lepas dari sinergi yang harmonis antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra menegaskan bahwa momentum Hari Jadi ke-733 harus dijadikan sarana refleksi dan evaluasi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Momentum hari jadi ini wajib kita syukuri dan jadikan sebagai sumber inspirasi serta motivasi untuk terus menghadirkan partisipasi nyata dalam pembangunan daerah,” kata Gus Barra.
Ia juga menyampaikan tema Hari Jadi Kabupaten Mojokerto tahun 2026 yakni “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”.
Menurutnya, tema tersebut menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk bersatu padu membangun Kabupaten Mojokerto agar semakin maju dan sejahtera.
“Saya berharap seluruh masyarakat Mojokerto bersama pemerintah daerah bahu-membahu membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih baik lagi,” tandasnya.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuroh yang kemudian diserahkan kepada Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra sebagai simbol sinergi dan kebersamaan dalam membangun daerah. (din/adv)
