JATIMPOS.CO/LAMONGAN – Di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, pendekatan humanis menjadi salah satu cara kepolisian membangun hubungan dengan warga. Hal itu tercermin dalam pandangan Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch Sokep, S.H., mengenai pentingnya pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat.

Sejak menjabat sebagai Kapolsek Sarirejo, Moch Sokep menekankan bahwa perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota Polri. Baginya, seragam bukan sekadar lambang kewenangan, melainkan amanah untuk melindungi, mengayomi, dan mendengarkan aspirasi warga.

Dalam menjalankan tugasnya, ia menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat, mulai dari menyapa warga hingga mendengarkan persoalan yang mereka hadapi. Komunikasi tersebut dapat mencakup masalah keamanan lingkungan maupun kebutuhan warga yang perlu mendapat perhatian.

"Tugas kami bukan hanya menindak dan mengawasi. Lebih dari itu, kami hadir agar warga merasa ada yang mendengar, ada yang peduli, dan ada yang melindungi. Ketika hubungan kami erat, keamanan pun akan tercipta dengan sendirinya," ujar IPTU Moch Sokep, S.H.

Komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan yang terbuka. Melalui interaksi tersebut, warga memiliki ruang untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

Pendekatan humanis tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional, termasuk penegakan hukum dan tindak lanjut atas laporan masyarakat.

Di wilayah Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, komunikasi dengan warga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan. Hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kerja sama dalam mencegah gangguan kamtibmas. (Iswt)