JATIMPOS.CO//JOMBANG — RSUD Jombang menyiapkan pengembangan layanan radioterapi untuk pasien kanker sebagai bagian dari rencana jangka panjang peningkatan layanan kesehatan. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasien Jombang dan wilayah sekitarnya terhadap layanan radioterapi di Surabaya.
Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran, MKP, melalui Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jombang, Anang Sumariono, S.Kep.NS., M.Kes., mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap proses dan belum ditargetkan terealisasi pada 2027.
“Ini masih proses. Untuk radioterapi, ruangannya harus memenuhi standar khusus, termasuk perlindungan radiasi. Dindingnya bisa mencapai ketebalan sekitar tiga meter,” ujar Anang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, ruang radioterapi nantinya membutuhkan konstruksi khusus dengan ukuran sekitar 7 x 7 meter atau minimal 5 x 7 meter. Bangunan yang saat ini masih digunakan untuk aktivitas lain berpotensi dimanfaatkan sementara sebagai perkantoran sebelum nantinya dibongkar dan dibangun sesuai kebutuhan radioterapi.
Menariknya, pembangunan fasilitas tersebut direncanakan tidak membebani anggaran RSUD Jombang. Skema yang tengah dikaji adalah kerja sama dengan pihak ketiga.
“Untuk tahap awal bukan anggaran rumah sakit. Pembangunannya menggunakan kerja sama dengan pihak ketiga, sehingga tidak menyedot anggaran rumah sakit. Pihak ketiganya masih dalam proses,” jelasnya.
Anang menyebut kehadiran radioterapi di Jombang nantinya tidak hanya ditujukan bagi warga Jombang, tetapi juga masyarakat dari wilayah Jawa Timur bagian tengah.
Selama ini, pasien yang membutuhkan radioterapi masih banyak dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Dengan adanya fasilitas serupa di Jombang, beban pelayanan di Surabaya diharapkan dapat terbagi.
“Harapannya bukan hanya Jombang, tetapi Jawa Timur bagian tengah. Pasien yang selama ini harus ke Surabaya bisa dilayani di Jombang dan sekitarnya,” katanya.
Untuk mendukung rencana tersebut, RSUD Jombang juga mulai menyiapkan sumber daya manusia. Saat ini disebut telah tersedia dokter yang sedang menempuh pendidikan subspesialis terkait kanker. Pendidikan tersebut diperkirakan selesai sekitar satu setengah tahun mendatang.
“Ada dua dokter. Dokternya sudah ada, tetapi masih menempuh pendidikan subspesialis. Diperkirakan sekitar satu setengah tahun lagi selesai,” ungkapnya.
Tak berhenti pada pembangunan fasilitas radioterapi, RSUD Jombang juga memiliki gagasan jangka panjang menyediakan hospital hotel atau tempat menginap bagi pasien dari luar daerah yang menjalani rangkaian pengobatan.
Konsep tersebut ditujukan agar pasien tidak harus pulang-pergi dalam jarak jauh, sekaligus menyediakan tempat tinggal dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding penginapan umum.
“Kedepannya disediakan semacam hostel, hospital hotel. Pasien dari luar Jombang yang tidak memungkinkan langsung pulang bisa tinggal dengan tarif yang lebih murah,” jelas Anang.
Namun, fasilitas tersebut masih sebatas cita-cita dan baru akan dikembangkan setelah pembangunan radioterapi terealisasi.
Selain pengembangan layanan medis, RSUD Jombang juga mulai mengarah pada konsep rumah sakit yang lebih nyaman dan humanis bagi pasien maupun keluarga.
Anang menyebut rumah sakit ke depan tidak harus identik dengan suasana kaku dan menegangkan. Sejumlah fasilitas penunjang seperti minimarket dan kafe direncanakan hadir untuk memenuhi kebutuhan pasien maupun keluarga selama berada di rumah sakit.
“Cita-citanya menciptakan hospitalitisme, sehingga rumah sakit umum Jombang tidak lagi terkesan seram, tetapi lebih humanis kepada masyarakat dan pasien,” katanya.
Konsep tersebut, lanjutnya, tetap akan dipisahkan dari jalur pelayanan medis agar tidak mengganggu mobilisasi pasien maupun kegiatan tenaga kesehatan.
Pengembangan fasilitas penunjang itu juga dinilai penting bagi keluarga pasien, terutama mereka yang harus menunggu lama di IGD maupun ruang pelayanan lainnya.
Dengan pengembangan layanan medis dan fasilitas pendukung tersebut, RSUD Jombang diarahkan tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga menghadirkan pengalaman pelayanan yang lebih nyaman bagi pasien dan keluarga. (her)