JATIMPOS.CO/JOMBANG – Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Berbagai fasilitas pendukung mulai disiapkan, termasuk akses jalan, penginapan, dapur umum hingga sarana kebersihan.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH. Abdurrozaq Sholeh, mengatakan panitia lokal bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi agar seluruh kebutuhan kegiatan berskala nasional tersebut dapat terpenuhi dengan baik.

"Persiapan sekarang difokuskan pada penataan akses jalan yang akan dilalui Presiden Republik Indonesia apabila berkenan hadir. Kami juga terus berkoordinasi dengan Bupati Jombang, Bapak Warsubi. Insyaallah Pemerintah Kabupaten Jombang akan memberikan dukungan terhadap kebutuhan yang diperlukan panitia lokal," ujarnya, Kamis (16/07/2026) di Pendopo Kabupaten Jombang usai rapat koordinasi dengan Bupati Jombang. 

Selain akses jalan, panitia juga tengah mengidentifikasi berbagai kebutuhan teknis, seperti pembangunan dapur umum, penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS), hingga area parkir yang akan digunakan selama pelaksanaan muktamar.

Menurut Gus Rozak, sapaan akrab KH. Abdurrozaq Sholeh, hingga saat ini persiapan penginapan bagi para tamu dan peserta telah rampung. Sementara itu, pembangunan dapur umum, fasilitas kebersihan, serta penataan lahan parkir segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Salah satu perhatian utama panitia adalah memastikan akses menuju Makam Pahlawan Nasional KH. Abdul Wahab Chasbullah tetap nyaman bagi para peziarah. Untuk itu, akan dibangun jalur khusus sepanjang sekitar 500 meter yang menghubungkan jalan utama dengan kawasan makam.

"Insyaallah akan dibangun akses jalan langsung dari jalan raya menuju Makam Mbah Wahab. Dengan begitu, para peziarah tetap dapat berziarah dengan nyaman selama pelaksanaan muktamar," jelasnya.

Sementara itu, untuk menjamin kelancaran kegiatan, proses belajar mengajar para santri akan disesuaikan. Selama pelaksanaan muktamar, pembelajaran akan dilaksanakan secara daring dari lingkungan pondok karena sejumlah gedung akan digunakan sebagai fasilitas kegiatan.

"Santri tetap mengikuti pembelajaran secara online dari pondok masing-masing karena gedung sekolah akan dipakai untuk kepentingan pelaksanaan muktamar," ungkapnya.

KH. Abdurrozaq Sholeh berharap Muktamar NU 2026 dapat berlangsung dengan lancar, aman, serta membawa keberkahan bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

"Kami berharap muktamar ini berjalan dengan gembira dan penuh berkah. Sebagai tuan rumah, kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nahdliyin. Bahkan sejumlah pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama dari luar negeri juga telah mengonfirmasi kehadirannya," pungkasnya. (her)