JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN — Suasana penuh khidmat dan semangat persaudaraan lintas agama menyelimuti kawasan Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan, Rabu (13/5/2026). Puluhan biksu dari sejumlah negara di Asia Tenggara dilepas untuk melanjutkan ritual jalan kaki Thudong dalam rangkaian Indonesia Walk For Peace (IWFP) 2026 menuju Candi Borobudur, Magelang.
Ratusan warga tampak memadati Jalan Lombok, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, sejak pagi. Kehadiran para tokoh lintas agama, Forkopimda, hingga masyarakat umum menjadi potret harmonisnya kehidupan keberagaman di Kota Pasuruan.
Sebanyak 59 biksu ambil bagian dalam perjalanan spiritual tersebut. Mereka terdiri dari 43 biksu asal Thailand, delapan dari Indonesia, lima dari Malaysia, serta tiga biksu dari Laos. Kota Pasuruan menjadi salah satu titik persinggahan sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sidoarjo.
Wakil Wali Kota Pasuruan H.M. Nawawi mengatakan, perjalanan Thudong bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan bagi masyarakat luas.
“Perjalanan Thudong ini adalah simbol ketangguhan fisik dan kejernihan batin. Dari langkah kaki yang mantap ini, kami belajar tentang kesederhanaan, ketulusan, dan tekad kuat demi tujuan mulia, yakni perdamaian dunia,” ujar Nawawi saat prosesi pelepasan.
Ia menegaskan, Kota Pasuruan selama ini dikenal sebagai daerah yang menjaga nilai toleransi dan hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakatnya. Menurut dia, perbedaan keyakinan bukan menjadi sekat, melainkan kekuatan sosial yang harus terus dirawat bersama.
“Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan, kami mengucapkan terima kasih atas pesan damai yang dibawa rombongan biksu Thudong. Semoga perjalanan suci menuju Borobudur berjalan lancar dan selalu diberikan keselamatan,” katanya.
Usai acara pelepasan dan ramah tamah, rombongan biksu kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Klenteng Tjong Hok Kiong di Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Waisak 2570 BE, tetapi juga membawa misi memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. (shl)
