JATIMPOS.CO/JOMBANG - Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Sosial memperkuat perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat kegiatan Sapa Bansos Amaliah Ramadhan, di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (11/3/2026).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan senilai total Rp 13,237 miliar kepada masyarakat Kabupaten Jombang melalui berbagai program sosial, pemberdayaan desa, hingga dukungan bagi pelaku usaha kecil.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Bantuan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat rentan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, perempuan pelaku usaha, hingga penguatan program pembangunan desa.

“Bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa perlindungan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat terus berjalan, sehingga warga yang membutuhkan dapat merasakan keberkahan Ramadhan dengan lebih tenang dan sejahtera,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sebagian besar bantuan berasal dari program bantuan sosial Dinas Sosial (Dinsos) Jatim dengan nilai Rp 5,367 miliar. Program ini diarahkan untuk mendukung kesejahteraan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam rincian programnya, bantuan terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus yang mencapai Rp 2,442 miliar bagi 1.221 lansia dalam keluarga penerima manfaat PKH reguler. Setiap lansia menerima bantuan sebesar Rp 2 juta per tahun. Sementara itu, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp 709,2 juta diberikan kepada 197 penerima dengan nilai Rp 3,6 juta per orang per tahun yang dicairkan setiap triwulan.

Selain itu, bantuan bagi warga dalam kategori kemiskinan ekstrem juga disalurkan kepada 863 penerima manfaat dengan total nilai Rp 1,294 miliar. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,5 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Upaya penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Jawa Timur Sejahtera atau Jawara. Program ini meliputi KIP PPKS Jawara senilai Rp 186 juta bagi 62 penerima manfaat serta KIP Perempuan Tangguh Mandiri (Putri) Jawara senilai Rp 300 juta bagi 100 perempuan penerima manfaat dengan modal usaha masing-masing Rp 3 juta.

Di sisi lain, bantuan permakanan juga diberikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (LKS PD) dengan nilai Rp 183 juta untuk mendukung pemenuhan kebutuhan 40 penerima yang tinggal di lembaga tersebut.

Pemprov Jatim juga memberikan perhatian kepada para pilar sosial yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesejahteraan masyarakat. Sebanyak 122 orang yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) menerima Bantuan Operasional (BOP) atau tali asih dengan total nilai Rp 253 juta.

Selain bantuan sosial, zakat produktif juga disalurkan melalui BUMD Jawa Timur kepada 50 pelaku usaha mikro dengan total Rp 25 juta. Masing-masing pelaku usaha menerima Rp 500 ribu sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penguat bagi masyarakat untuk bangkit dan mengembangkan usaha, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tutur Gubernur Khofifah.

Sementara itu di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur menyalurkan bantuan melalui berbagai program. Di antaranya Program Desa Berdaya senilai Rp 200 juta untuk dua desa, Program Jatim Puspa Rp 201,5 juta untuk satu desa, serta dukungan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp 200 juta untuk dua desa.
Selain itu, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 35 juta juga diberikan kepada Kabupaten Tuban, serta Bantuan Keuangan (BK) Desa senilai Rp 2,4 miliar bagi 12 desa.

Dukungan pembangunan desa juga datang dari sejumlah perangkat daerah Pemprov Jatim. Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan Rp 300 juta untuk satu desa, Dinas PRKPCK Rp 650 juta untuk tiga desa, Dinas Perhubungan Rp 50 juta untuk satu desa, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Rp 1,3 miliar untuk lima desa, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rp 2,508 miliar untuk 10 desa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan aspal melalui program Pembinaan Jalan Kabupaten sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jombang.(her)