JATIMPOS.CO//SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat sistem pengelolaan sampah secara terukur dan berbasis data. Langkah ini tidak hanya fokus pada jadwal pengangkutan, tetapi juga menyasar perhitungan kebutuhan fasilitas seperti tongbin di setiap Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa kebersihan TPS menjadi prioritas utama. Ia memastikan, setiap TPS harus dalam kondisi bersih setelah sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Upaya ini dilakukan melalui penyiraman area TPS serta penggunaan eco enzyme untuk mengurangi bau tidak sedap.
“Setiap TPS harus bersih setelah pengangkutan. Disiram dan diberi eco enzyme agar tidak menimbulkan bau. Ini sudah berjalan,” ujar Eri saat melakukan inspeksi mendadak di TPS Prapen DKK, Selasa (28/4/2026).
Dalam sidak tersebut, ia juga menyoroti pentingnya kecukupan jumlah tongbin berdasarkan volume sampah yang masuk. TPS Prapen DKK, misalnya, menampung sampah dari Kelurahan Margorejo dan Sidosermo. Karena itu, ia meminta camat dan lurah menghitung secara rinci timbulan sampah di wilayah masing-masing.
Eri menekankan, perhitungan harus mengacu pada regulasi yang menetapkan produksi sampah sebesar 0,6 kilogram per orang per hari. Dengan data jumlah penduduk di tiap RW, maka total timbulan sampah dapat dihitung secara akurat, lalu disesuaikan dengan kapasitas tongbin yang tersedia.
“Satu tongbin berkapasitas 250 liter. Jadi total sampah dibagi kapasitas tongbin untuk mengetahui kebutuhan riil. Namun harus ditambah koefisien agar tidak terjadi kelebihan muatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil perhitungan tidak boleh pas tanpa cadangan, karena kondisi lapangan seringkali dinamis. Dengan demikian, tidak ada lagi tongbin yang meluap atau terbuka akibat kapasitas yang kurang.
Selain itu, Pemkot juga mengoptimalkan peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengelola operasional armada pengangkut sampah. “Kita akan lakukan pemantauan secara real time menggunakan sistem GPS yang terpasang di setiap truk”, pungkas Eri.
Melalui sistem ini, pergerakan armada, waktu tempuh, hingga efektivitas rute pengangkutan dapat dipantau secara langsung. Eri menegaskan, pendekatan berbasis data dan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan di Kota Pahlawan. (fred)
