JATIMPOS.CO/TUBAN – Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menggelar International Conference ke-4 (ICONEST) 2026 pada 28–29 Oktober 2026. Konferensi yang berlangsung di Hall Lantai 2 Gedung Rektorat Unirow ini diikuti akademisi dan peneliti dari 10 negara untuk membahas perkembangan teknologi, inovasi, serta peluang dan tantangan kecerdasan buatan (AI).
Sebanyak 122 artikel ilmiah dipresentasikan dalam konferensi tersebut. Peserta berasal dari Indonesia, Jerman, Portugal, Armenia, Irak, Pakistan, Australia, Bangladesh, Singapura, dan Filipina.
Rektor Unirow Tuban, Prof. Dr. Warli, M.Pd., mengatakan ICONEST merupakan agenda tahunan untuk memperkuat kolaborasi akademik dan memperluas pertukaran pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui konferensi ini, kami berupaya memberikan ruang bagi para peneliti dan akademisi untuk berbagi pengetahuan, memperluas kolaborasi, serta mengembangkan gagasan inovatif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan,” ujar Warli.
Mengusung tema Global Perspectives on Technological Advancement and Innovation: Opportunities and Challenges to Discover Cutting-Edge AI and Computational Technologies Defining Tomorrow’s Innovations, konferensi ini membahas pemanfaatan AI di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, keuangan, industri kreatif, hiburan, hingga pendidikan. Pembahasan juga mencakup potensi risiko dan persoalan etika dalam penggunaan teknologi tersebut.
Sejumlah akademisi internasional hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof. Dr. Ahmed J. Obaid dari Al-Zahrawi University, Irak; Prof. Dr. Eduard Siemens dari Anhalt University of Applied Sciences, Jerman; serta Assoc. Prof. Sajed S. Ingilan dari University of Southeastern Philippines, Filipina. Hadir pula Dr. Muthmainnah, M.Pd., dari Universitas Al-Asyariah Mandar dan Prof. Dr. Marita Ika Joesidawati, S.T., M.Si., M.Pd., dari Unirow.
Ketua Panitia ICONEST ke-4, Dr. Christina I. T. Panggabean, M.Pd., menjelaskan konferensi tersebut menjadi forum untuk bertukar hasil penelitian sekaligus mendiskusikan manfaat, risiko, dan dilema etis perkembangan AI bagi kehidupan manusia.
Selain konferensi, Unirow melaksanakan kegiatan benchmarking bersama Anhalt University of Applied Sciences, Jerman, untuk mempelajari praktik akademik internasional dan strategi peningkatan mutu perguruan tinggi. Mahasiswa juga mendapat kesempatan memperluas wawasan melalui kuliah tamu oleh Sajed S. Ingilan yang membahas bahasa lokal dan pengetahuan masyarakat adat.
Rangkaian kegiatan turut diisi penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan empat mitra luar negeri, yakni Al-Zahrawi University, Irak; Anhalt University of Applied Sciences/Institute for Medicine and Technology (IMTEN), Jerman; Southeastern Philippines Journal of Research and Development, Filipina; serta Christ College Irinjalakuda, India.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan 13 perguruan tinggi dalam negeri, terdiri atas 10 universitas PGRI di Jawa Timur, dua perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU), dan satu sekolah tinggi dari Mamuju, Sulawesi Barat.
Warli menambahkan, makalah terpilih yang memenuhi standar akademik dan persyaratan publikasi akan diterbitkan dalam prosiding ICAAIT yang diindeks Scopus.
Melalui ICONEST 2026, Unirow berharap dapat memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi secara inovatif dan bertanggung jawab. (min)