JATIMPOS.CO/BANYUWANGI – SMPN 3 Genteng mengembangkan budaya religius di lingkungan sekolah melalui program School Religious Culture (SRC). Kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya pada aktivitas keagamaan, tetapi juga pembiasaan perilaku siswa.

Kepala SMPN 3 Genteng Mashudi mengatakan, pelaksanaan SRC tidak hanya diukur dari kegiatan keagamaan yang digelar, tetapi juga dari penerapan nilai religius dalam keseharian warga sekolah.

“Agama tidak cukup untuk diketahui. Ia perlu dibiasakan dan diwujudkan,” tegas Mashudi saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).

Pembiasaan tersebut dilakukan melalui sejumlah kegiatan, di antaranya doa bersama, salat duha, pembacaan Asmaul Husna, Gerakan Cinta Al-Qur'an (GCA), dan Jumat Taqwa.

Nilai-nilai tersebut kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti disiplin, menghormati guru, menjaga kebersihan, bertanggung jawab, serta menghargai perbedaan.

Budaya sekolah juga diperkuat melalui inovasi SEKAR ARUM yang mengajak siswa untuk membaca, menggali informasi, mengenali lingkungan sekitar, dan belajar secara mandiri.

Selain kegiatan rutin, SMPN 3 Genteng memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai ruang literasi religius. Sejumlah area diberi nama yang berkaitan dengan Asmaul Husna, tokoh Islam, dan sejarah Islam.

Area tersebut juga dilengkapi kode QR yang dapat digunakan siswa untuk mengakses informasi secara digital.

Mashudi mengatakan pengembangan budaya religius di sekolah diarahkan agar nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan dalam perilaku siswa sehari-hari.

“Sekolah religius bukan sekolah yang paling banyak menyelenggarakan seremoni keagamaan. Sekolah religius adalah sekolah yang mampu menghadirkan nilai agama dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Program SRC di SMPN 3 Genteng dilaksanakan melalui pembiasaan, keteladanan guru, keterlibatan warga sekolah, serta inovasi dalam pembelajaran. (Ren)