JATIMPOS.CO//KOTA MALANG- Program Studi S1 Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), Universitas Brawijaya, menjalin kerja sama penelitian dengan Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan jejaring riset serta pengembangan keilmuan di bidang sumber daya air dan energi terbarukan. Penandatanganan kerja sama dilaksanakan pada 27 Juli 2026 di BRIN Cibinong. Program Studi S1 Teknik Lingkungan FTAB diwakili oleh Novia Lusiana, S.TP., M.Si., Ph.D., sedangkan Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN diwakili oleh Dr. Bono Pranoto, S.T., M.T.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan penelitian serta penyusunan dan publikasi artikel ilmiah bersama melalui topik “Penilaian Potensi PLTA Run-of-River di Sub DAS Brantas Hulu.” Penelitian ini berfokus pada penilaian potensi pemanfaatan sumber daya air untuk pembangkit listrik tenaga air berbasis run-of-river dengan mempertimbangkan karakteristik hidrologi dan keberlanjutan sumber daya air di wilayah Sub DAS Brantas Hulu.

Pertemuan Program Studi S1 Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), Universitas Brawijaya, dengan Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
----------------------------------
Novia Lusiana, S.TP., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas penelitian serta menghubungkan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi dengan kepakaran para peneliti nasional.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menghasilkan kajian yang tidak hanya memberikan kontribusi akademik melalui publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat dalam pengembangan energi terbarukan berbasis potensi sumber daya air. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian bersama,” ujar Novia.
Penelitian kolaboratif tersebut diharapkan dapat menghasilkan kajian ilmiah yang mendukung pengembangan sumber energi terbarukan berbasis potensi lokal. Pemanfaatan teknologi run-of-river menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan energi listrik dengan memanfaatkan aliran sungai tanpa memerlukan pembangunan waduk dalam skala besar.
Sementara itu, Dr. Bono Pranoto, S.T., M.T., menilai bahwa kolaborasi antara BRIN dan Universitas Brawijaya dapat memperkuat sinergi antara lembaga penelitian dan perguruan tinggi dalam menghasilkan kajian yang relevan dengan kebutuhan pengelolaan sumber daya air dan pengembangan energi berkelanjutan.“Kolaborasi penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi dan rekomendasi ilmiah mengenai potensi pemanfaatan sumber daya air untuk pembangkit listrik tenaga air run-of-river, dengan tetap memperhatikan aspek hidrologi dan keberlanjutan lingkungan. Sinergi antara peneliti BRIN dan akademisi Universitas Brawijaya juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi,” ungkap Bono.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi Universitas Brawijaya dan BRIN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengembangan penelitian yang mendukung peningkatan pemanfaatan energi terbarukan serta penyediaan sumber energi yang berkelanjutan.
Selain mendukung SDG 7, penelitian bersama ini diharapkan dapat memperkuat kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, meningkatkan pertukaran pengetahuan dan kepakaran antara akademisi dan peneliti, serta membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian kolaboratif.
Ke depan, kerja sama antara Program Studi S1 Teknik Lingkungan FTAB Universitas Brawijaya dan Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN diharapkan dapat berkembang dalam berbagai kegiatan penelitian dan akademik lainnya serta menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya air dan transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.(ad)