JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya operasional sekolah berasrama yang menjadi bagian dari program nasional pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Pembukaan MPLS berlangsung di kompleks Sekolah Rakyat, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo membuka kegiatan melalui apel bersama yang dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten I, jajaran kepala OPD, tenaga pendidik, serta seluruh peserta didik baru.
Usai apel, para peserta mengikuti peluncuran Sekolah Rakyat secara nasional melalui konferensi video bersama 91 Sekolah Rakyat permanen di Indonesia yang dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
MPLS dilaksanakan selama dua pekan untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, memahami sistem pendidikan berasrama, serta mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses pembelajaran.
Selama masa pengenalan, peserta didik mendapatkan materi mengenai tata tertib sekolah, kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan sosial, pengembangan soft skill, hingga pembentukan karakter.
Sekolah juga memberikan pembekalan kesamaptaan, bela negara, wawasan kebangsaan, serta pendidikan kemandirian dengan melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.
Selain pembinaan nonakademik, peserta didik menjalani matrikulasi untuk memetakan kemampuan dasar dan potensi masing-masing. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi acuan dalam proses pembelajaran selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Anak-anak yang diterima di Sekolah Rakyat harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, dan mampu mengubah masa depan keluarganya melalui pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SRT 2 Kota Pasuruan Yuli Prihatini mengatakan MPLS menjadi tahap awal bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan kehidupan di asrama.
"Kami ingin siswa tidak hanya siap mengikuti pembelajaran, tetapi juga mampu hidup disiplin, mandiri, saling menghormati, dan memiliki semangat belajar yang tinggi selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat," katanya. (shl)