JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso kembali menggulirkan program unggulan bertajuk Pekan Pendidikan Berkah 2026 sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah. 

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang strategis bagi murid, pendidik, dan kepala satuan pendidikan untuk berkreasi sekaligus berkompetisi secara sehat.

Program ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan juga sarana membangun ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan inspiratif. Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, analitis, kritis, hingga kreatif.

Pekan Pendidikan Berkah 2026 memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional hingga berbagai regulasi pemerintah terkait penguatan karakter dan manajemen talenta nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional.

Selain itu, kegiatan ini menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai seperti religiusitas, integritas, nasionalisme, kemandirian, dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap rangkaian lomba yang digelar.

Berbagai tujuan ingin dicapai melalui kegiatan ini, di antaranya meningkatkan kualitas pembelajaran, menumbuhkan budaya berprestasi, serta memotivasi semua elemen pendidikan untuk terus berinovasi. Tidak hanya murid, para guru dan institusi pendidikan juga didorong untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), kegiatan berlangsung mulai 7 hingga 16 April 2026. Sementara itu, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dijadwalkan pada 27 hingga 29 April 2026.

Beragam jenis lomba disiapkan untuk jenjang SD, mulai dari cerdas cermat, olimpiade matematika, IPA, dan IPS, hingga lomba seni seperti mendongeng, membaca puisi, dan menyanyi solo. Tidak ketinggalan, lomba olahraga seperti gobak sodor, voli mini, atletik kids, dan bulutangkis juga turut meramaikan.

Pada jenjang SMP, variasi lomba tidak kalah menarik. Mulai dari lomba membuat cerpen, vlog, poster digital, hingga science comic strip dan olimpiade bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula lomba seni dan keagamaan seperti tari remo, MTQ, dan pidato Pendidikan Agama Islam.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan murid aktif dari sekolah negeri maupun swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan Bondowoso. Mereka harus terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan hanya diperkenankan mengikuti satu jenis lomba.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

" Pekan Pendidikan Berkah ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing tinggi," ujar Taufan saat diwawancarai, Rabu (08/04/2026). 

Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna melalui proses kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas.

" Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir inovasi-inovasi baru dari para murid dan guru, sekaligus memperkuat budaya belajar yang positif di lingkungan sekolah," katanya.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini, lanjutnya, sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari panitia, sekolah, hingga peserta. Disiplin, tanggung jawab, dan keterlibatan aktif menjadi kunci utama.

" Dengan konsep yang komprehensif dan berorientasi pada pengembangan karakter, Pekan Pendidikan Berkah 2026 ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Bondowoso sekaligus melahirkan generasi unggul di masa depan, " Pungkasnya. (Eko)