JATIMPOS.CO/SURABAYA- Forum Perangkat Daerah dan Desk Pemantauan dan Evaluasi PPKD Kabupaten/Kota, terdiri instansi yang membidangi Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten/Kota se-Jawa Timur melakukan pertemuan di Graha Wisata Disbudpar Jatim di Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Tujuan kegiatan ini untuk membahas strategi dan kolaborasi antara pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah Kabupaten/Kota dan instansi terkait,
“Hingga menghasilkan program kegiatan yang dapat disinergikan dengan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur,” ungkap Sekretaris Disbudpar Jatim, Dr. Dian Okta Yoshinta, SH. M.PSDM dalam pembukaan mewakili Kadisbudpar Jatim Evy Afianasari, ST, M.MA.
Hasil tersebut akan diusulkan dalam forum Musrenbang Provinsi yang ditindaklanjuti dalam forum Musrenbangnas. Dan untuk itu, kami memohon kesungguhan dalam pelaksanaan ini, dan kami nanti hasilnya juga minta di-update.
“Kami berharap Forum Perangkat Daerah dan Desk Pemantauan Evaluasi PPKD Kabupaten/Kota ini dapat berjalan dengan lancar, serta tercipta sinergi dan kolaborasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.
Disebutkan, Forum Perangkat Daerah ini merupakan bagian penting dalam proses perencanaan dan sinkronisasi program kegiatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 (dua ribu dua puluh tujuh). Sesuai dengan penyusunan dokumen perencanaan tahun anggaran 2027, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
Bagaimana tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah; tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD); serta tata cara perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dan sebagaimana kita ketahui, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) adalah dokumen strategis yang menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan kebudayaan.
Salahsatu narasumber, Heri Istanto, Ketua Tim Kerja Pariwisata Koperasi dan UMKM mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada capaian terakhir mencapai 5,33 %. Untuk 2026 ditargetkan di kisaran 4,9–5,4 % dan 2027 sebesar 5–6,1 %. Ia menilai sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Program dan Anggaran Disbudpar Jatim, Wira Bagus Rasojo, memaparkan sejumlah program prioritas yang mendukung arah pembangunan 2026–2027.
Program tersebut antara lain Jatim Harmoni melalui tunjangan kehormatan juru pelihara cagar budaya, penguatan adat istiadat dan pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTB), pendampingan desa wisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Wira juga menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Jawa Timur tahun 2024 yang berada di peringkat 3 nasional dengan skor 63,98. Hingga 2025, Jawa Timur tercatat memiliki 158 Warisan Budaya Takbenda dan 7.816 Objek Pemajuan Kebudayaan. (zen)
