JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Pasien RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso kini tidak harus terus berada di rumah sakit hanya untuk menunggu obat selesai disiapkan. Melalui inovasi CEKATAN (Cek dan Lacak Antrean), perkembangan proses penyiapan obat dapat dipantau dari luar rumah sakit.

Sistem tersebut memungkinkan pasien mengetahui posisi resep sejak diterima petugas Instalasi Farmasi hingga obat selesai disiapkan dan siap diserahkan. Informasi itu dapat diakses dengan memindai barcode yang disediakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS).

Kehadiran CEKATAN ditujukan untuk mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit. Setelah mendapatkan informasi antrean obat, pasien dapat meninggalkan area rumah sakit dan kembali ketika obat telah selesai diproses.

Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR., mengatakan sistem tersebut dikembangkan untuk memberikan kepastian informasi kepada pasien selama proses pelayanan farmasi berlangsung.

“Pasien bisa mengetahui progres obat diterima dari loket sampai penyerahan kepada pasien. Pasien bisa mengetahui obat selesai walaupun sedang di luar rumah sakit,” kata Yus saat memaparkan inovasi tersebut di Command Center Sekretariat Pemkab Bondowoso, Rabu (23/9/2026).

Menurut Yus, kebutuhan terhadap informasi mengenai antrean obat menjadi salah satu hal yang diperhatikan rumah sakit dalam mengembangkan sistem pelayanan. Selama ini, pasien harus menunggu di rumah sakit untuk memastikan obat yang diresepkan telah selesai disiapkan.

Melalui CEKATAN, informasi tersebut dapat diketahui secara mandiri oleh pasien. Sistem akan menunjukkan tahapan proses resep sehingga pasien tidak perlu berulang kali mendatangi loket farmasi untuk menanyakan perkembangan obat.

“Alhamdulillah, tadi sudah kita paparkan di tim penilai dan responsnya cukup positif, karena sangat membantu masyarakat dalam mengetahui progres layanan antrean obat,” ujarnya.

Penggunaan CEKATAN juga dirancang sederhana. Pasien cukup memindai barcode yang diberikan oleh petugas farmasi. Setelah itu, informasi mengenai perkembangan antrean obat akan ditampilkan sesuai dengan tahapan pelayanan.

Yus menjelaskan, CEKATAN bukan aplikasi yang harus diunduh melalui Play Store. Sistem tersebut merupakan inovasi yang dikembangkan secara internal oleh RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk mendukung pelayanan farmasi.

“Ini di-develop oleh rumah sakit sendiri, jadi yang menciptakan rumah sakit sendiri. Sementara hanya untuk di Rumah Sakit dr. Koesnadi Bondowoso,” katanya.

Menurut dia, pengembangan sistem pelayanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat mengurangi beban waktu pasien selama memperoleh pelayanan kesehatan.

Dengan informasi antrean yang dapat dipantau dari luar rumah sakit, pasien memiliki keleluasaan untuk mengatur waktu sembari menunggu obat selesai. Pasien tidak harus duduk di ruang tunggu sepanjang proses penyiapan resep.

Yus berharap CEKATAN dapat memberikan pengalaman pelayanan yang lebih nyaman sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai obat yang sedang diproses.

“Inovasi ini bermanfaat untuk masyarakat dan bisa mempermudah serta memberi kenyamanan untuk pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(Eko)