JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Bertema Food Security and Sustainable Food Systems, Jurusan Manajemen Agribisnis (MNA) Politeknik Negeri Jember (Polije) menyelenggarakan forum ilmiah internasional Agriexsho 2026, Rabu (9/9/2026).
Selain menjadi wadah diskusi isu pangan global, kegiatan tahunan ini juga menjadi momen peringatan hari jadi ke-26 Jurusan MNA. Forum tersebut menghadirkan pembicara kunci dari dua perguruan tinggi Thailand, yakni Sakon Nakhon Rajabhat University dan Chiang Mai University, serta diikuti 530 peserta daring dari delapan negara. Melengkapi gelaran internasional ini, MNA Polije turut memfasilitasi kompetisi bisnis bagi pelajar dan ajang lari maraton.
Penyelenggaraan acara ini mendukung fokus kementerian dalam pengembangan agro-saintek berbasis produk tanaman tropis. Tim peneliti akan menerbitkan hasil pembahasan seminar dalam artikel ilmiah sebagai referensi akademisi.
"Kegiatan ini merupakan seminar internasional bidang agribisnis yang membahas keamanan pangan dan energi," kata Ketua Jurusan MNA Polije, Taufik Hidayat.
Kemudian, Taufik menjelaskan bahwa wawasan narasumber Thailand sangat bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, pihaknya terus memacu penerapan materi seminar dalam karya ilmiah mahasiswa dan dosen Jurusan MNA Polije.
"Ke depan kegiatan ini diharapkan berkembang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak negara," tambah Taufik Hidayat.
Senada dengan hal tersebut, panitia penyelenggara menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan ajang tahunan di lingkungan kampus Polije yang sudah memasuki usia dewasa.
"Agriexsho merupakan kegiatan untuk mengapresiasi Jurusan MNA Polije yang telah berdiri 26 tahun," ujar Ketua Panitia, Rallyanta Tarigan.
Lebih lanjut, Rallyanta menyampaikan bahwa tahun 2026 menandai penyelenggaraan tahun ketiga sejak pertama kali meluncur pada 2024. Pihaknya mencatat kenaikan jumlah peserta secara signifikan dari berbagai belahan dunia.
"Tahun ini Agriexsho mengangkat tema Tropical Agribusiness yang selaras dengan fokus Politeknik Negeri Jember pada agro-saintek," tambah Rallyanta Tarigan.
Polije menegaskan bahwa kehadiran ratusan peneliti dan mahasiswa secara luring maupun daring memperkuat ekosistem riset agribisnis. Sinergi ini memperkokoh posisi Polije dalam jejaring akademisi baik di Asia Tenggara maupun secara global. (Ari)