JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. RSUD dr. Koesnadi Bondowoso akan memprioritaskan perubahan anggaran tahun 2026 untuk pengadaan sejumlah alat kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah waktu penyerapan anggaran yang relatif terbatas.

Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Andryanto, mengatakan perubahan anggaran yang dibahas bersama Komisi IV DPRD Bondowoso tidak terlalu besar. Sebagian besar perubahan tersebut akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit.

Hal itu disampaikan dr. Yus seusai mengikuti rapat bersama Komisi IV DPRD Bondowoso dalam pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026, Jum'at (28/8/2026). 

" Perubahan anggaran tidak terlalu besar di rumah sakit. Banyak yang nantinya kita gunakan untuk alat kesehatan karena waktu penyerapannya cukup mepet, hanya sekitar dua bulan," kata dr. Yus.

Menurut dia, perubahan tersebut pada prinsipnya merupakan pergeseran sekaligus penambahan anggaran untuk sejumlah kebutuhan yang dinilai penting bagi rumah sakit. Pengadaan alat kesehatan menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan.

Ia mengatakan pihaknya menyambut baik pembahasan perubahan anggaran bersama DPRD. Menurutnya, dukungan terhadap penganggaran tersebut diperlukan agar realisasi anggaran dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat terhadap pelayanan masyarakat.

" Kami sangat setuju karena kita ingin realisasi juga bagus," ujarnya.

Dia menegaskan, program prioritas RSUD dr. Koesnadi tetap berorientasi pada pelayanan kesehatan. Karena itu, pengadaan peralatan medis diharapkan dapat menunjang kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada pasien.

Sejumlah kebutuhan alat kesehatan yang menjadi perhatian antara lain tempat tidur pasien, peralatan neurologi, serta peralatan laboratorium. Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan posisi RSUD dr. Koesnadi sebagai rumah sakit rujukan di Bondowoso.

" Kita rumah sakit rujukan, jadi harus mencapai level kompetensi madya. Kualitas juga harus dijaga," Ungkapnya. 

Menurutnya, mempertahankan kualitas layanan tidak hanya bergantung pada penambahan peralatan baru. Pemeliharaan dan kesinambungan penggunaan sarana kesehatan juga menjadi bagian penting agar fasilitas yang tersedia tetap dapat menunjang pelayanan secara optimal.

Dia berharap berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat ketika mengakses layanan kesehatan di RSUD dr. Koesnadi. Rumah sakit, kata dia, terus berupaya memenuhi kebutuhan pasien seiring meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pelayanan.

Dalam rapat tersebut, persoalan pelayanan rumah sakit juga turut menjadi perhatian, salah satunya berkaitan dengan antrean pasien. 

Pihaknya akan mencari sejumlah solusi untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk menyiapkan ruang tunggu yang lebih representatif.

" Ke depannya mungkin kami akan menambah ruang tunggu. Kita perlu ruang tunggu yang representatif," Pungkasnya. (Eko)